Dark/Light Mode

Revitalisasi Sekolah dan Disiplin Digital, Ikhtiar Siapkan Generasi Pembelajar

Sabtu, 25 Juli 2026 12:53 WIB
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meresmikan Gedung Laboratorium IPA dan TIK di SMP Bumi Cendekia, Sleman, DIY, Jumat (24/7/2026). (Foto: Dok. Kemendikdasmen)
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meresmikan Gedung Laboratorium IPA dan TIK di SMP Bumi Cendekia, Sleman, DIY, Jumat (24/7/2026). (Foto: Dok. Kemendikdasmen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Deretan mikroskop, perangkat laboratorium, dan ruang pembelajaran yang siap digunakan menjadi penanda babak baru pembelajaran di SMP Bumi Cendekia, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (24/7/2026). Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meresmikan Gedung Laboratorium IPA dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), hasil Program Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025. Bagi Pemerintah, laboratorium itu bukan sekadar bangunan baru, melainkan ruang untuk menumbuhkan nalar ilmiah, kreativitas, dan karakter peserta didik dalam menghadapi masa depan.

Peresmian laboratorium tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah membangun ekosistem pendidikan yang utuh, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan dasar dan menengah. Revitalisasi sekolah diposisikan bukan hanya sebagai pembangunan infrastruktur, tetapi sebagai upaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, bermutu, dan memanusiakan anak.

"Pendidikan yang memanusiakan memberi ruang kepada anak untuk berpikir, bereksperimen, dan menemukan sendiri pengetahuannya. Laboratorium tidak hanya melahirkan anak yang menguasai sains dan teknologi, tetapi juga membentuk karakter yang kritis, kolaboratif, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat," ujar Fajar.

Kehadiran Laboratorium IPA dan TIK ini melengkapi model pendidikan progresif yang diusung oleh Pesantren Bumi Cendekia. Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Tuan Guru Hairus Salim H.S., menyambut baik dukungan konkret pemerintah tersebut. Menurutnya, fasilitas baru ini menjadi pendorong utama bagi para santri yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara,mulai dari Papua hingga Sumatra, untuk menguasai sains dan teknologi tanpa kehilangan akar keilmuan agama.

Baca juga : Wamen Fajar: Revitalisasi Sekolah Siapkan Generasi Pembelajar Di Era Digital

"Pesantren kami dikelola secara kolegial dan bertekad menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari perundungan (zero bullying) dan kekerasan. Bantuan Laboratorium TIK dan IPA dari Kemendikdasmen ini merupakan wujud sinergi erat antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta untuk melahirkan generasi yang tidak hanya beriman, tetapi juga berwawasan luas dan 'cendekia' sesuai nama pesantren ini," ujar Tuan Guru Hairus Salim H.S.

Komitmen tersebut berlanjut pada hari yang sama di Kabupaten Bantul. Wamendikdasmen melakukan peletakan batu pertama revitalisasi TK 'Aisyiyah Pembina Banguntapan sebagai simbol investasi negara pada fondasi pendidikan sejak usia dini. Jika laboratorium di Sleman memperkuat kualitas pembelajaran pada jenjang SMP, revitalisasi PAUD di Bantul memastikan anak memperoleh lingkungan belajar yang layak sejak awal kehidupannya. Dengan demikian, revitalisasi satuan pendidikan menjadi mata rantai pembangunan sumber daya manusia yang berkesinambungan.

"Setiap bangsa besar selalu memulai investasinya dari anak-anak. Hari ini kita meletakkan batu pertama sebuah bangunan, tetapi yang sedang kita bangun sesungguhnya adalah harapan. Di ruang-ruang seperti inilah anak belajar mengenal dirinya, menghargai orang lain, dan menumbuhkan rasa ingin tahu yang kelak menentukan masa depannya," kata Fajar.

Pandangan tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional yang berkali-kali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto bahwa kekuatan Indonesia pada masa depan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, pembangunan pendidikan ditempatkan sebagai investasi strategis menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga : ASDP Percepat Sterilisasi 6 Pelabuhan Dorong Layanan Penyeberangan Modern

Kabupaten Bantul memiliki modal yang kuat. Rapor Pendidikan menunjukkan Indeks Standar Pelayanan Minimal bidang pendidikan mencapai 89,64 dengan kategori Tuntas Madya. Partisipasi sekolah anak usia 5–6 tahun terus meningkat, sementara indikator pembelajaran fondasi, iklim keamanan, serta iklim inklusivitas dan kebinekaan PAUD menunjukkan capaian yang positif. Namun, Pemerintah menilai tantangan pendidikan kini tidak lagi semata memperluas akses, melainkan memastikan mutu layanan belajar bagi setiap anak.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar juga menyinggung tantangan pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Kemendikdasmen berupaya memperkuat ekosistem pembelajaran melalui Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan yang selaras dengan PP TUNAS. Kebijakan tersebut menegaskan bahwa teknologi harus menjadi instrumen yang memperkuat pembelajaran, bukan mengurangi kualitas interaksi, konsentrasi, dan pembentukan karakter peserta didik.

"Kami tidak melarang anak menggunakan teknologi. Yang kami atur adalah agar gawai kembali pada fungsinya sebagai alat belajar, bukan sumber distraksi. Sekolah harus menjadi ruang tempat anak membangun nalar, karakter, dan kemampuan berinteraksi secara langsung. Itulah esensi pendidikan yang memanusiakan," ujar Fajar.

Menurut Wamen Fajar, revitalisasi sekolah, perlindungan anak di ruang digital, dan penguatan karakter merupakan satu kesatuan ikhtiar negara untuk menyiapkan generasi Indonesia yang cakap teknologi sekaligus tangguh secara intelektual dan sosial.

Baca juga : Rektor UIN Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Siapkan Pengembangan Daycare

Pembangunan pendidikan tidak berhenti pada berdirinya gedung-gedung baru. Revitalisasi satuan pendidikan diarahkan untuk menghadirkan sekolah yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, memperkuat karakter, membangun literasi digital yang sehat, serta melahirkan generasi pembelajar yang siap menghadapi tantangan masa depan. Dari laboratorium di SMP hingga ruang belajar anak usia dini, investasi pendidikan dipandang sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.