RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia dan Korea Selatan memperkuat kerja sama pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pembangunan Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Daops Manggala Agni Sumatera XVII/OKI, Sumatera Selatan.
Kehadiran pusat pengendalian ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas Indonesia dalam menghadapi ancaman karhutla yang semakin kompleks akibat perubahan iklim.
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dengan Menteri Korea Forest Service (KFS) Park Eun-Sik saat kunjungan kerja ke Korea Selatan pada April 2026.
Pertemuan itu menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan.
Usai meninjau Indonesia Forest and Land Fire Management Center, Kamis (6/8/2026), Raja Juli Antoni mengatakan kedua negara tengah memfinalisasi kerja sama tersebut dan berharap peresmian pusat pengendalian dapat segera dilakukan.
Baca juga : Kemenhut Perkuat Diplomasi, Bidik Indonesia Jadi Pemimpin Kehutanan
"Banyak inisiatif yang akan kita kerjasamakan, tapi salah satunya memang memfinalisasi Forest and Land Fire Management Center yang baru saja kita lihat ini. Mudah-mudahan nanti Bapak Park datang ke Indonesia untuk memperpanjang kerja sama, sekaligus meresmikan Forest and Land Fire Management Center yang ada di sini," ujar Raja Juli.
Menurut Raja Juli, kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di bidang pengendalian karhutla akan terus diperluas.
Pasalnya, dampak kebakaran hutan tidak mengenal batas administratif maupun batas negara. Asap akibat karhutla dapat menyebar ke berbagai wilayah, bahkan melintasi perbatasan negara (transboundary haze), sehingga penanganannya membutuhkan kolaborasi internasional.
"Karena asap hasil kebakaran hutan itu tidak mengerti wilayah administratif. Kebakarannya di OKI, tapi bisa dirasakan di daerah lain, bahkan sampai luar negeri. Asap itu bisa melampaui lintas batas negara," katanya.
Raja Juli menambahkan, kemampuan Indonesia dalam mengendalikan karhutla terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
Baca juga : Tiga Taman Nasional Resmi Jadi BLU, Bukti Keberhasilan Satgas Inovasi Pembiayaan
Pemerintah menargetkan luas kebakaran hutan dan lahan pada tahun ini tetap dapat ditekan meski ancaman El Nino datang lebih cepat akibat perubahan iklim.
"Mudah-mudahan tahun ini kita bisa membuktikan bahwa meskipun El Nino datang lebih cepat, angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat," harapnya.
Sementara itu, Co-Director Korea Indonesia Forest Center (KIFC), Jeong Cheol-Ho, mengatakan pusat pengendalian kebakaran hutan tersebut merupakan hasil kolaborasi yang telah dibangun Indonesia dan Korea Selatan selama lima tahun terakhir.
Menurutnya, kedua negara selama ini saling berbagi teknologi, pengalaman, dan praktik terbaik dalam pengendalian kebakaran hutan hingga akhirnya melahirkan Indonesia Forest and Land Fire Management Center.
"Lima tahun lalu kita duduk bersama untuk mencari cara terbaik mengatasi kebakaran hutan di Indonesia. Kita berbagi ide, teknologi, dan pengalaman. Hari ini hasil dari kerja keras kita adalah Pusat Manajemen Kebakaran Hutan ini. Tapi yang lebih berharga dari fasilitas ini adalah semangat, pikiran, dan kerja sama yang ada di dalamnya," kata Jeong.
Baca juga : KPK Ungkap Pejabat di Kemenhut Terima Uang 12.500 SGD dari Bupati Kuansing
Jeong menegaskan, kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam pengendalian karhutla tidak akan berhenti setelah proyek ini selesai.
Menurutnya, kedua negara akan terus memperkuat kolaborasi melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia guna menghadapi tantangan kebakaran hutan di masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.