Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- PMI Manufaktur Juli Kembali Ekspansi, Kadin Minta Tren Positif Dijaga
- Taipei Open 2026, Kalahkan Malaysia, Ganda Garuda Juara
- Kapal Pertamina Patra Niaga Selamatkan 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2
- Jasaraharja Putera Pastikan Perlindungan Bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II
- Kasus Bupati Pemalang, KPK Sita Moge hingga Emas dari Penggeledahan
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Jantho, Hasil Program Rehabilitasi Kemenhut
Minggu, 2 Agustus 2026 12:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kabar menggembirakan datang dari dunia konservasi Indonesia. Seekor bayi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) lahir di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho, Cagar Alam (CA) Jantho, Kabupaten Aceh Besar.
Kelahiran ini menjadi bukti nyata keberhasilan program rehabilitasi dan pelepasliaran orangutan yang dijalankan Kementerian Kehutanan bersama para mitra konservasi.
Bayi orangutan tersebut lahir dari induk bernama Wenda, orangutan hasil rehabilitasi yang telah hidup bebas di habitat alaminya sejak dilepasliarkan pada 2014.
Tim Post Release Monitoring (PRM) mengonfirmasi kelahiran tersebut pada 29 Juli 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Saat melakukan pemantauan, tim mendeteksi seekor orangutan betina dewasa yang sedang menggendong bayinya.
Baca juga : Kemenhut Limpahkan Kasus Pembalakan Liar Solok, Tersangka Terancam 5 Tahun
Setelah diamati lebih dekat, individu tersebut dipastikan adalah Wenda dengan seekor bayi yang diperkirakan berusia kurang dari satu minggu dan berjenis kelamin betina.
Tanda-tanda kehamilan Wenda sebenarnya telah teridentifikasi sejak Januari 2026 melalui perubahan fisik yang terpantau selama kegiatan monitoring rutin.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan, kehadiran bayi orangutan ini menjadi simbol harapan baru bagi keberlanjutan ekosistem hutan yang memiliki nilai penting bagi kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
"Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat upaya konservasi, menindak tegas perdagangan satwa liar ilegal, dan memastikan setiap orangutan yang dilepasliarkan memiliki kesempatan hidup, beradaptasi, serta berkembang biak di habitat alaminya," ujar Raja Juli.
Baca juga : Presiden Prabowo Perintahkan Perbanyak Bibit, Kemenhut Perkuat 59 Persemaian
Sementara itu, Kepala Balai KSDA Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah, mitra konservasi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian Cagar Alam Jantho sebagai habitat Orangutan Sumatera.
"Komitmen kami adalah menjaga kelestarian Cagar Alam Jantho sebagai habitat orangutan sumatera dengan memperkuat pengawasan, meningkatkan kolaborasi dengan mitra konservasi, serta melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman perusakan dan perdagangan satwa liar. Keberhasilan ini adalah kerja bersama, dan kami percaya bahwa dengan sinergi semua pihak, masa depan orangutan sumatera dan habitatnya akan tetap terjaga," ujar Ujang di Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Kelahiran bayi orangutan di Cagar Alam Jantho bukan hanya menjadi kabar gembira, tetapi juga pengingat bahwa menjaga hutan berarti menjaga kehidupan. Orangutan hanya dapat bertahan hidup apabila habitat alaminya tetap lestari.
Sebelumnya, Wenda merupakan orangutan sitaan yang dibawa ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan SOCP Sibolangit pada 2009 saat usianya diperkirakan baru sekitar satu tahun.
Baca juga : Digitalisasi Perkuat Perlindungan Satwa, Kemenhut Tutup Celah Perdagangan Ilegal
Pada 2013, Wenda dipindahkan ke Pusat Reintroduksi Jantho sebelum akhirnya dilepasliarkan ke habitat alaminya pada 2014. Sejak hidup di alam liar, Wenda menjadi salah satu individu yang rutin dipantau oleh tim Post Release Monitoring.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya