BREAKING NEWS
 

Wamen Fajar: SNT Jadi Jembatan Emas Pendidikan Berkualitas

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 7 Agustus 2026 15:52 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq berdialog dengan peserta didik saat mengunjungi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) harus menjadi jembatan emas bagi masa depan peserta didik sekaligus pusat peningkatan mutu pendidikan di daerah. Karena itu, keberadaan SNT tidak boleh menjadi sekolah yang eksklusif, tetapi harus memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah lain.

Hal itu disampaikan Fajar saat mengunjungi SNT Kabupaten Cianjur yang berlokasi di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur, Rabu (5/8/2026).

Di hadapan para siswa, Fajar mengatakan pemerintah telah menghadirkan berbagai jalur pendidikan, seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Nasional Terintegrasi, untuk memperluas akses pendidikan berkualitas.

"Bagi adik-adik yang berhasil lulus masuk SNT, itu adalah sebuah kemewahan karena tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Kalau kesempatan ini tidak dimanfaatkan, tentu akan menjadi kerugian. Sebaliknya, jika dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh, SNT akan menjadi jembatan emas bagi masa depan adik-adik dan keluarga," ujar Fajar.

Usai berinteraksi dengan para peserta didik, Fajar mengaku optimistis terhadap potensi yang dimiliki siswa SNT. Menurutnya, sekolah tersebut diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan.

Baca juga : PERSIS-Kemendikdasmen Sinergi Pulihkan Akses Pendidikan Korban Banjir Sumatera

"Saya melihat aura yang positif, optimistis, dan kemampuan yang brilian dari siswa-siswa SNT. Dari sekolah ini saya berharap akan lahir bupati, gubernur, menteri, bahkan pemimpin-pemimpin bangsa lainnya," katanya.

Selain memberikan motivasi kepada siswa, Fajar juga meminta orang tua dan pengelola sekolah terus memberikan pendampingan. Ia menilai dukungan keluarga sangat penting karena sistem pembelajaran SNT menggunakan skema nonasrama, sehingga siswa tetap pulang-pergi setiap hari.

"Saya titip kepada bapak dan ibu agar terus mendampingi serta memberikan motivasi kepada anak-anak ketika menghadapi kesulitan. Skema pembelajaran di SNT berbeda dengan sekolah pada umumnya sehingga mereka membutuhkan dukungan yang kuat dari keluarga," ujarnya.

SNT Jadi Pusat Mutu Pendidikan

Fajar menegaskan SNT harus menjadi pusat peningkatan mutu pendidikan di daerah, bukan sekolah yang hanya dinikmati siswanya sendiri.

Adsense

Menurutnya, sekolah-sekolah lain perlu diberi kesempatan memanfaatkan fasilitas dan teknologi pembelajaran yang dimiliki SNT melalui kegiatan kunjungan maupun studi banding.

Baca juga : Wamen Fajar Dorong Kolaborasi Tekan Anak Tidak Sekolah di Jawa Barat

"Saya titip kepada pengelola SNT, jangan jadikan sekolah ini eksklusif. SNT harus inklusif dan terbuka bagi sekolah-sekolah di Cianjur. Teknologi pembelajaran yang canggih jangan hanya dinikmati siswa SNT," tegasnya.

Ia berharap keberadaan laboratorium dan berbagai fasilitas pembelajaran di SNT dapat menjadi pusat belajar bersama yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah di wilayah Cianjur Selatan dan daerah pelosok.

"Dengan melihat langsung fasilitas dan proses pembelajaran di SNT, anak-anak akan memiliki mimpi. Anak akan bergerak ketika memiliki mimpi," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengapresiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah mempercayai Kabupaten Cianjur sebagai salah satu daerah penyelenggara SNT.

Menurutnya, kehadiran SNT membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Cianjur untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

Baca juga : Reposisi Strategis BKPDM: Episentrum Perumusan Kebijakan Dikdasmen

"Kami sangat bersyukur karena Cianjur menjadi salah satu dari 17 kabupaten yang dipercaya memiliki SNT," katanya.

Kepala BBPPMPV Pertanian Cianjur Joko Ahmad Julifan menjelaskan, sebanyak 128 calon peserta didik jenjang SMP dan SMA mengikuti proses seleksi. Setelah melalui Tes Bakat Skolastik, terpilih 80 peserta didik yang terdiri atas 40 siswa SMP dan 40 siswa SMA.

Hingga saat ini, sebanyak 39 siswa SMA dan 36 siswa SMP telah menyelesaikan proses daftar ulang.

Joko menambahkan, peserta didik jenjang SMP akan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 10 Agustus 2026 sebagai awal dimulainya kegiatan belajar di SNT Kabupaten Cianjur.

"Kami bersyukur seluruh tahapan berjalan dengan baik berkat dukungan Kemendikdasmen dan kolaborasi yang sangat baik dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense