RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 8.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Desa Gunung Batu, Kecamatan Sambung Makmur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Penyaluran dilakukan secara terjadwal menggunakan dua mobil tangki yang masing-masing berkapasitas 4.000 liter. Langkah tersebut menjadi respons cepat pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim kemarau.
Kekeringan di Desa Gunung Batu mulai dilaporkan sejak 3 Agustus 2026. Keterbatasan sumber air dan kondisi geografis wilayah membuat masyarakat membutuhkan pasokan air bersih tambahan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemerintah harus bergerak cepat ketika masyarakat menghadapi kekurangan air. Namun, penanganan darurat juga perlu diikuti dengan pembangunan infrastruktur untuk menghadapi risiko kekeringan dalam jangka panjang.
Baca juga : Kawal Program Pendidikan Prabowo, Skuad Gerindra Turun Ke Sekolah & Pesantren
“Air merupakan fondasi penting bagi kehidupan dan pembangunan. Karena itu, ketika terjadi kekeringan, pemerintah harus bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat lebih tangguh menghadapi kekeringan,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).
Untuk memperlancar distribusi, Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Selatan (BPBPK Kalimantan Selatan) menugaskan tiga personel lapangan.
Selain mobil tangki, Kementerian PU menempatkan dua unit tandon atau hidran umum di lokasi yang mudah dijangkau masyarakat. Masing-masing tandon memiliki kapasitas 2.200 liter dan digunakan sebagai tempat penampungan air bersih.
Distribusi air dilakukan dengan melibatkan Pemerintah Desa Gunung Batu, Pemerintah Kecamatan Sambung Makmur, BPBD Kabupaten Banjar, serta BPBPK Kalimantan Selatan.
Baca juga : IAS: Golkar Sulsel Diberi Target Naik 50 Persen
Pemantauan kondisi lapangan juga dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan jadwal dan volume distribusi dengan kebutuhan masyarakat.
Siapkan Solusi Jangka Panjang
Dody menegaskan, bantuan air bersih merupakan langkah penanganan darurat. Pemerintah tetap perlu menyiapkan infrastruktur yang dapat memperkuat ketahanan air masyarakat ketika memasuki musim kemarau.
“Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan penanganan jangka panjang, antara lain melalui pengembangan sumber air baku, embung, sumur bor, dan jaringan perpipaan sesuai kebutuhan wilayah,” ujarnya.
Baca juga : DPR: Usut, Beri Sanksi Tegas
Menurut Dody, pembangunan berbagai infrastruktur tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kekurangan air sekaligus memastikan masyarakat memiliki akses terhadap sumber air yang lebih berkelanjutan.
Penanganan kekeringan di Banjar menjadi bagian dari upaya Kementerian PU memperkuat ketahanan air daerah melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air secara berkelanjutan.
Langkah tersebut juga sejalan dengan semangat PU608, yang menempatkan pembangunan dan penguatan infrastruktur sebagai bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. BCG
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 12 Agustus 2026 dengan judul "Distribusikan 8.000 Liter Air Bersih, Kementerian PU Bantu Warga Terdampak Kekeringan Di Banjar"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.