BREAKING NEWS
 

DigiSkill Badge Diluncurkan, Siswa SMK Kini Punya “Rapor” Digital

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 24 Agustus 2026 17:44 WIB
Foto: Bhayu Aji Prihartanto.

RM.id  Rakyat Merdeka - Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kini dapat membangun rekam jejak kompetensi sejak awal masuk sekolah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan DigiSkill Badge, platform portofolio digital yang merekam kemampuan dan pengalaman siswa sejak kelas 10 hingga lulus.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, DigiSkill Badge memungkinkan siswa membangun rekam kompetensi tanpa harus menunggu hingga menyelesaikan pendidikan.

“Jadi dengan ini maka mereka sudah bisa mem-branding dirinya sendiri sekaligus juga menantang bagaimana terus menambah kompetensi-kompetensi portofolio yang dimiliki,” ujar Tatang saat peluncuran DigiSkill Badge di Depok, Senin (24/8/2026).

Menurut Tatang, portofolio digital tersebut tidak hanya mencatat hasil pembelajaran di sekolah. Berbagai pengalaman yang menambah keterampilan siswa, seperti sertifikasi, kompetisi, hingga pemagangan, juga dapat menjadi bagian dari rekam kompetensi.

Selama ini, berbagai capaian tersebut berpotensi tercecer dalam bentuk sertifikat atau dokumen terpisah.

Melalui DigiSkill Badge, seluruh pengalaman dan keterampilan siswa dapat dihimpun menjadi rekam jejak yang lebih mudah ditampilkan.

Tatang mengibaratkan DigiSkill Badge seperti platform profesional yang selama ini digunakan untuk memperkenalkan kemampuan dan pengalaman seseorang kepada dunia kerja.

Bedanya, siswa SMK sudah dapat membangun portofolio tersebut sejak masih duduk di bangku sekolah.

Baca juga : Raih WTP, Kemendikdasmen Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan

“Mungkin secara sederhananya ini mirip dengan aplikasi yang selama ini orang-orang pakai untuk mencari kerja seperti LinkedIn,” sebutnya.

Menurut Tatang, keberadaan portofolio digital juga dapat mendorong siswa untuk terus meningkatkan kemampuan. Setiap kompetensi baru yang diperoleh dapat ditambahkan sehingga profil keterampilan mereka semakin lengkap.

Di sisi lain, sistem tersebut diharapkan membantu mempertemukan lulusan SMK dengan kebutuhan industri. Perusahaan dapat melihat rekam kompetensi calon tenaga kerja sebelum menentukan kandidat yang sesuai.

“Kadang-kadang kan mismatch itu yang dicari tidak ada, yang mencari belum cocok dengan apa yang dicari. Nah kalau lewat platform seperti ini akan lebih mudah,” katanya.

DigiSkill Badge juga diharapkan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Rekam kompetensi yang lebih mudah diakses dapat membantu industri menemukan talenta sesuai bidang yang dibutuhkan, sekaligus memberi gambaran kepada siswa mengenai kompetensi yang perlu terus ditingkatkan.

Direktur SMK Kemendikdasmen Arie Wibowo Khurniawan menjelaskan mekanisme penerapan DigiSkill Badge di sekolah.

Menurutnya, sistem ini merupakan implementasi Peraturan Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Nomor 8 Tahun 2026.

Adsense

“Kita melengkapi satu lagi tools untuk anak didik kita. Tidak hanya dengan ijazah kemudian sertifikasi, tetapi juga portofolio yang bisa dibawa ke mana saja,” jelas Arie.

Baca juga : Dampak Karhutla, Kemendikdasmen Siapkan Protokol Pembelajaran Darurat

Portofolio siswa dibangun secara bertahap sejak kelas 10, kemudian diperbarui selama kelas 11 dan 12. Dengan demikian, rekam kompetensi siswa dapat terdokumentasi ketika mereka hendak mencari pekerjaan setelah lulus.

Untuk mendukung sistem tersebut, sekolah didorong memiliki Learning Management System (LMS) yang dapat merekam aktivitas dan capaian siswa.

Data dari LMS kemudian dapat digunakan untuk menghasilkan DigiSkill Badge. Rekam kompetensi tersebut juga dapat dibawa siswa ke platform profesional seperti LinkedIn.

Dengan begitu, portofolio yang dibangun selama tiga tahun di SMK dapat menjadi bagian dari profil profesional ketika siswa mulai memasuki dunia kerja.

Arie mengatakan pencatatan secara digital juga penting untuk membangun mekanisme pengawasan bersama antara sekolah, industri, dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Ketiga pihak dapat saling mengecek kompetensi yang tercantum dalam portofolio siswa.

“Ini akan menjadi cross check and balance ya antara industri, lembaga pendidikan, dan lembaga sertifikasi,” katanya.

Menurut Arie, sistem tersebut dapat membantu mengatasi persoalan ketika sertifikat yang dimiliki seorang lulusan tidak sepenuhnya menggambarkan kompetensi yang bersangkutan.

Dengan rekam digital, pihak industri dapat menelusuri sekolah maupun LSP yang menerbitkan sertifikat tersebut.

Baca juga : Kemendikdasmen: Pembelajaran Tetap Berjalan di Wilayah Terdampak Bencana di NTT

“Kalau misalnya tercatat, industri ketika komplain tahu sekolah mana, LSP mana yang main asal kasih sertifikat dan tidak kompeten,” ujarnya.

Tak hanya portofolio, Kemendikdasmen juga mendorong sertifikat kompetensi yang selama ini diberikan dalam bentuk fisik memiliki versi digital.

Sertifikat fisik tetap diberikan kepada siswa, sedangkan salinan digitalnya dapat disimpan dan digunakan sebagai bagian dari Curriculum Vitae (CV) atau daftar riwayat hidup.

“Kadang-kadang kalau fisik lupa taruh di mana, jadi waktu mau bikin CV susah nyarinya. Maka kita minta LSP-nya, satuan pendidikan yang mengeluarkan sertifikat untuk mengasih satu menu lagi yang sifatnya digital,” jelas Arie.

Versi digital tersebut juga memudahkan proses verifikasi. Ketika perusahaan ingin memastikan keabsahan sertifikat atau kompetensi seorang lulusan, informasi tersebut dapat ditelusuri kembali kepada lembaga yang menerbitkannya.

Kemendikdasmen nantinya juga akan mendata sekolah, industri, dan LSP yang menjadi bagian dari ekosistem DigiSkill Badge.

Data tersebut dapat digunakan sebagai rujukan apabila diperlukan pengecekan atau klarifikasi.

“Nanti akan kita list industri-industri atau sekolah atau LSP yang memang masuk ekosistem kita sebagai klarifikasinya. Nanti akan ter-record semuanya,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense