BREAKING NEWS
 

Kemendikdasmen Pulihkan 71 LKP Terdampak Bencana-Perkuat Kompetensi 118 Guru SMK

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 28 Agustus 2026 19:53 WIB
Foto: Kemendikdasmen.

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya memulihkan layanan pendidikan di tengah dampak bencana terus dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Sebanyak 71 lembaga kursus dan pelatihan (LKP) terdampak banjir di Aceh dan Sumatra Utara mendapat bantuan peningkatan mutu, sementara 118 guru SMK dari 11 provinsi mengikuti program upskilling dan reskilling.

Bantuan dan penguatan kompetensi tersebut menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026) di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Bangunan dan Listrik (BBL) Medan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, pendidikan bermutu tidak hanya berlangsung melalui sekolah formal.

Berbagai jalur pendidikan, termasuk pendidikan nonformal, perlu mendapat ruang untuk memberikan kesempatan belajar dan mengembangkan kemampuan masyarakat.

"Education is not only about schooling but the essence of education is learning. Esensi pendidikan itu belajar, tidak hanya sekolah. Undang-Undang Sisdiknas sudah membuat rumusan yang sangat komprehensif mengenai jenis pendidikan itu: ada pendidikan formal, informal, dan nonformal. Semua diwadahi, semua diberikan kesempatan untuk memberikan layanan pendidikan karena tidak semua orang bisa sekolah formal," jelasnya.

Prinsip tersebut juga menjadi pijakan dalam penguatan pendidikan vokasi. Abdul Mu’ti mendorong agar pendidikan di SMK tidak hanya diarahkan untuk menyiapkan peserta didik memasuki dunia kerja, tetapi juga membangun keberanian menciptakan peluang usaha melalui kreativitas dan soft skills.

"Jangan selalu anak SMK itu didorong kerja kantor pakai lamaran berlapis-lapis, beri mereka visi tentang entrepreneurship. Karena kreativitas dan soft skills-nya itu yang didorong. Kalau hard skills, keterampilan teknis, akan cepat usang," ungkapnya.

Penguatan orientasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan SMK yang lebih beragam dan sesuai dengan potensi daerah.

Baca juga : Belanja PBJ Tembus Rp 243,7 Triliun, KPK dan LKPP Perkuat Integritas

Abdul Mu’ti mengatakan, potensi lokal seperti kopi, teh, nilam, hingga perikanan dapat dikembangkan menjadi bidang keahlian di SMK.

Dengan demikian, peserta didik diharapkan mampu mengolah kekayaan alam daerah melalui keterampilan yang dimiliki sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Untuk memastikan pendidikan vokasi tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja dan teknologi, peningkatan kompetensi guru juga dilakukan secara berkelanjutan melalui upskilling dan reskilling.

Penguatan tersebut tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan menghadapi perubahan.

"Para guru ini memang harus terus meningkatkan kemampuannya. Continuing Professional Development. Upskilling, reskilling, itu ditingkatkan kemudian pelajari skill yang baru. Tapi hard skills saja tidak cukup, soft skills harus kita perkuat," ucap Abdul Mu’ti.

Menurutnya, kemampuan teknis dapat cepat usang sehingga guru perlu memperkuat kreativitas, inovasi, kemampuan beradaptasi dan menyelesaikan masalah.

Selain itu, kemampuan terkait kecerdasan artifisial (AI), coding, dan teknologi lainnya juga perlu diberikan.

Kemendikdasmen melaksanakan program upskilling dan reskilling pada 20 Agustus hingga 2 September 2026 yang diikuti 118 guru dari 11 provinsi.

Program ini berfokus pada tiga bidang keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, serta Teknik Komputer dan Jaringan.

Adsense

Melalui lokakarya, kunjungan industri, dan uji kompetensi keahlian, program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi guru sesuai standar teknis industri, memperkuat kompetensi pedagogik dan jiwa kewirausahaan, serta kemampuan beradaptasi dengan pembelajaran berbasis projek dan pembelajaran mendalam.

Baca juga : Kemendikdasmen Beri Dukungan Psikososial bagi Murid Terdampak Gempa NTT

Pembelajaran tersebut juga diintegrasikan dengan teknologi digital, coding, dan kecerdasan artifisial.

Di sisi lain, penguatan pendidikan nonformal juga menjadi perhatian Kemendikdasmen, terutama bagi LKP yang terdampak bencana alam di Aceh dan Sumatra Utara.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, bencana di kedua wilayah tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi fisik lembaga, tetapi juga keberlangsungan proses pembelajaran.

"Kalau kita review ke sebelumnya, bencana alam di wilayah Aceh dan Sumatra Utara berdampak merusak bangunan dan merendam alat praktik serta menguji keberlangsungan proses belajar di LKP. Namun LKP bukan sekadar fisik bangunan saja yang terkena, melainkan juga ruang harapan bagi anak bangsa untuk meraih keterampilan," jelas Tatang.

Karena itu, Kemendikdasmen menyalurkan bantuan peningkatan mutu sebesar Rp 4,18 miliar kepada 71 LKP terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 LKP berada di Provinsi Aceh.

Rinciannya, 21 LKP di Kabupaten Bireuen, 12 LKP di Kabupaten Aceh Tamiang, 10 LKP di Kota Langsa, dan enam LKP di Kota Lhokseumawe.

Sementara di Sumatra Utara terdapat 22 LKP penerima bantuan, yakni 17 LKP di Kabupaten Langkat dan lima LKP di Kabupaten Deli Serdang.

Menurut Tatang, bantuan tersebut menjadi modal untuk memulihkan sarana belajar sekaligus memperkuat tata kelola dan menghadirkan kembali media pembelajaran yang adaptif.

"Penyaluran ini merupakan modal nyata untuk memulihkan sarana belajar sekaligus memperkuat tata kelola dan menghadirkan kembali media pembelajaran yang adaptif sejalan dengan kebijakan pemerataan mutu dan pendidikan karakter berbasis vokasi," ujarnya.

Pimpinan LKP Sakinah, Samsinar mengatakan, bantuan Kemendikdasmen membantu lembaganya kembali menjalankan kegiatan kursus bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan formal.

Baca juga : Dukcapil Terbitkan 3.055 Dokumen Kependudukan bagi Korban Gempa NTT

LKP Sakinah sebelumnya terdampak banjir pada November 2025 yang merendam berbagai fasilitas, termasuk mesin jahit serta peralatan tata busana dan kecantikan.

Bantuan tersebut akan digunakan untuk mengganti sarana yang rusak akibat banjir. Selama ini, LKP Sakinah turut membantu anak-anak putus sekolah memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha, seperti menjahit dan tata rias pengantin.

"Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari Kemendikdasmen, kami hari ini sudah pelan-pelan bangkit kembali untuk menjalankan kursus ini. Selama ini anak-anak, terutama anak putus sekolah, sangat membutuhkan lembaga kursus ini tetap berjalan," jelas Samsinar.

Dukungan serupa diterima LKP Rita di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Banjir merendam lembaga tersebut dan merusak berbagai sarana pembelajaran.

Bantuan sebesar Rp 50 juta akan digunakan untuk mengganti mesin sekaligus mendukung kegiatan pelatihan bagi masyarakat.

Pimpinan LKP Rita, Dewi Rita, mengatakan bantuan tersebut memberikan semangat bagi lembaganya untuk kembali menjalankan kegiatan pembelajaran.

Menurutnya, LKP menjadi salah satu jalur bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan dan membangun kemandirian.

"Semoga dengan bantuan ini kami dapat meningkatkan dan mengembalikan kembali sarana sebagai penunjang dalam melaksanakan program kami, dan terus semangat mendidik murid sehingga dapat meningkatkan SDM yang bermanfaat di masyarakat," jelasnya.

Dewi Rita menambahkan, keberadaan LKP memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan dan membangun kemandirian.

"Dengan adanya LKP mereka mampu berkarya walaupun tidak harus dengan berkuliah, sehingga mereka mampu berusaha sendiri," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense