BREAKING NEWS
 

Latih Akuntan SPPG

BGN Perbaiki Tata Kelola Keuangan Program MBG

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 2 September 2026 06:38 WIB
Kepala BGN Sudaryono. Foto: Badan Gizi Nasional

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan pelatihan bagi akuntan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pelatihan bertujuan untuk memperbaiki tata kelola keuangan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pelatihan tersebut disiapkan bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Langkah ini diharapkan membuat pencatatan dan pertanggungjawaban keuangan di setiap SPPG lebih mudah serta tidak lagi mengandalkan cara manual.

Dia menargetkan, laporan keuangan setiap dapur MBG tersusun secara digital, rapi, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Uang yang Anda kelola, masak dan bagikan dalam bentuk makanan kepada penerima manfaat adalah uang rakyat,” pesannya untuk para pengelola SPPG, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Sudaryono menuturkan, telah membahas langkah tersebut bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam pertemuan di Kemenkeu, Jumat (28/8/2026). Saat ini dibutuhkan integrasi sistem agar laporan keuangan SPPG dapat tercatat lebih teratur dan mudah dipantau.

Sudaryono mengatakan, pelatihan tidak hanya ditujukan bagi akuntan, tetapi juga kepala SPPG. Mereka akan dibekali pemahaman mengenai mekanisme pelaporan yang terhubung dengan sistem Kemenkeu.

“Sepakat untuk mentraining kepala SPPG dan juga akuntan di dapur-dapur itu,” katanya.

Baca juga : Pemerintah Benahi Efektivitas MBG, Ahli Usulkan Pendekatan Sains dan Data

Dia menilai, pembenahan keuangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perbaikan pelaksanaan MBG. Program tidak cukup hanya memastikan makanan sampai kepada penerima manfaat. Penggunaan uang negara di balik setiap dapur juga harus jelas pertanggungjawabannya.

Sudaryono mengingatkan, kesalahan dalam pelaporan dapat menimbulkan persoalan panjang. Apalagi dana yang dikelola BGN merupakan anggaran negara sehingga setiap penggunaannya harus dapat ditelusuri.

“Kalau pelaporan kita tidak prima, bisa ada implikasi mulai administrasi, gugatan, bahkan pidana,” tegas Sudaryono.

Sebab itu, BGN bersama Kemenkeu membahas integrasi sistem pelaporan dengan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN). Sudaryono berharap, sistem tersebut nantinya membuat proses pelaporan berjalan otomatis dan mengurangi beban administrasi petugas di lapangan.

Adsense

Pembenahan sistem dilakukan bersamaan dengan penataan dapur MBG yang jumlahnya mencapai puluhan ribu. BGN mencatat 27.485 SPPG telah ditetapkan, dengan 27.022 di antaranya sudah beroperasi.

Namun, belum semua dapur dapat berjalan. Sebanyak 463 SPPG masih disetop sementara karena profil dan persyaratannya belum lengkap.

Baca juga : 97% Untuk MBG 3% Operasional

Dari jumlah itu, tujuh dapur di Jakarta diketahui sudah lama tidak beroperasi.

“Dari 463 yang kami suspend dikarenakan profilnya tidak lengkap dan lain-lain,” tutur Sudaryono.

BGN pun memeriksa SPPG satu per satu. Pemeriksaan tidak hanya melihat kondisi dapur, tetapi juga sekolah dan posyandu yang menerima pasokan MBG dari masing-masing SPPG.

Salah satu persyaratan yang diperiksa adalah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan dapur yang beroperasi memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Pengawasan juga disiapkan untuk wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). BGN berencana melibatkan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) untuk menilai dapur yang akan dioperasikan di wilayah tersebut.

Penilaian itu nantinya dapat digunakan untuk melihat kebutuhan setiap daerah, termasuk tingkat kemahalan dan kemungkinan pemberian insentif.

Baca juga : Zulhas Perketat Pengawasan Tata Kelola Program MBG

Dengan begitu, kebutuhan masing-masing wilayah dapat dihitung lebih sesuai dengan kondisi lapangan.

Pembenahan tata kelola tersebut berlangsung ketika BGN juga bersiap memperluas pelaksanaan MBG. Sudaryono mengatakan, permintaan program datang dari banyak sekolah melalui berbagai saluran. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Rabu, 2 September 2026 dengan judul "Latih Akuntan SPPG BGN Perbaiki Tata Kelola Keuangan Program MBG"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense