RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau penerapan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah, khususnya di daerah yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Kebijakan ini dapat diterapkan bila kondisi kesehatan dan keamanan ASN dinilai Pemerintah Daerah dapat terganggu akibat dampak erupsi.
Baca juga : Abu Anak Krakatau Masih Mengganggu, Soekarno-Hatta Ditutup Hingga 00.00 WIB
"Kalau suatu Pemerintah Kabupaten/Kota melihat bahwa aspek kesehatan dan aspek keamanan bagi masyarakat, termasuk ASN, bisa terganggu, maka WFH bisa dilakukan sebagian. Seperti yang biasa kita lakukan, semisal 50 persen," ujar Tito, dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Minggu (6/9/2026).
Baca juga : Wamendiktisaintek Minta Kampus Mobilisasi Bantuan Dampak Erupsi Anak Krakatau
Tito mengatakan, Pemerintah Daerah harus pintar mengatur porsi persentase WFH ASN dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi di wilayah masing-masing serta kebutuhan pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga : Mendikdasmen Sarankan PJJ untuk Daerah Terdampak Berat Erupsi Anak Krakatau
Selain itu, penerapan WFH harus tetap memerhatikan keberlangsungan pelayanan publik. Layanan yang bersifat esensial, harus tetap beroperasi. "Seperti di bidang kesehatan, pemadam, listrik harus tetap bisa jalan," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.