Dark/Light Mode

Abu Vulkanik Berbahaya Bagi Jantung dan Pembuluh Darah, Ini Penjelasan Ahli

Minggu, 6 September 2026 15:40 WIB
Spesialis Jantung Konsultan Pembuluh Darah, Dr. dr. Vito A. Damay, SpJP (K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC (Foto: IG)
Spesialis Jantung Konsultan Pembuluh Darah, Dr. dr. Vito A. Damay, SpJP (K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC (Foto: IG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Abu vulkanik yang bersumber dari erupsi Gunung Anak Krakatau kini telah tersebar ke sejumlah wilayah. Material vulkanik berukuran sangat kecil dengan partikel berbentuk tajam itu perlu diwaspadai, karena ia tak hanya berdampak pada kesehatan pernapasan, tetapi juga dapat membahayakan jantung dan pembuluh darah.

Spesialis Jantung Konsultan Pembuluh Darah, Dr. dr. Vito A. Damay, SpJP (K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC mengingatkan bahwa partikel dalam abu vulkanik dapat memicu cedera hingga peradangan pada pembuluh darah.

Baca juga : Penutupan Bandara Radin Inten II Lampung Diperpanjang Hingga Pukul 18.00 WIB

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena gangguan pada pembuluh darah berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.

"Partikel-partikel abu vulkanik tidak seperti debu biasa. Dia membuat kerusakan, injury, inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah. Dan ingat, yang namanya serangan atau stroke itu sebenarnya adalah serangan pembuluh darah," ujarnya.

Langkah Pencegahan

Baca juga : Bandara Husein Sastranegara Ditutup akibat Abu Vulkanik, 8 Penerbangan Batal

Untuk mengurangi risiko gangguan pada jantung dan pembuluh darah akibat paparan abu vulkanik, dr. Vito menyarankan masyarakat menggunakan filter udara saat beraktivitas di dalam rumah, serta mengenakan masker ketika berada di luar rumah. Jika perlu, memakai masker N95.

Masker N95 merupakan masker respirator yang mampu menyaring sedikitnya 95 persen partikel udara berukuran sangat kecil, sehingga dapat membantu mengurangi paparan abu vulkanik.

Baca juga : Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang Hingga 17.30 WIB

dr. Vito juga menganjurkan masyarakat untuk menghindari aktivitas fisik berat, terutama di luar rumah, selama paparan abu vulkanik masih terjadi.

"Ketika membersihkan abu, bersihkan dengan cara yang hati-hati. Sedikit dibasahi. Jangan lupa, pakai pelindung mata dan masker," pesan dr Vito.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.