BREAKING NEWS
 

Penerimaan Pajak Naik 23,7% Hingga Juli 2026, Tembus Rp 1.224 T

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Jumat, 11 September 2026 10:10 WIB
Foto: Khairizal Anwar/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, penerimaan pajak hingga Juli 2026 mencapai Rp 1.224,3 triliun atau tumbuh 23,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Purbaya menegaskan, pertumbuhan penerimaan tersebut dicapai tanpa menaikkan tarif pajak maupun memperkenalkan jenis pajak baru.

“Kita mencapai (performa tersebut) tanpa menaikkan tarif pajak atau memperkenalkan jenis pajak baru,” kata Purbaya saat Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Kementerian Keuangan di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (11/9/2026).

Menurut Purbaya, pemerintah lebih mengandalkan perbaikan administrasi, pengawasan, tata kelola, serta upaya menutup kebocoran dalam sistem perpajakan untuk meningkatkan penerimaan negara.

Strategi tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan penerimaan dari basis pajak yang sudah ada tanpa menambah beban melalui kenaikan tarif ataupun jenis pajak baru.

Baca juga : Ambil Alih Utang Whoosh, Purbaya Bayar Cicilan Rp 1 Triliun Per Tahun

Di sisi lain, Purbaya menyebut realisasi belanja negara hingga Juli 2026 mencapai Rp 1.969,6 triliun atau tumbuh 18,62 persen secara tahunan.

Dengan perkembangan penerimaan dan belanja tersebut, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat sebesar Rp 235,6 triliun atau setara 0,91 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan telah menyiapkan desain pelaksanaan anggaran untuk menjaga defisit APBN tetap berada pada level terkendali hingga akhir 2026.

Adsense

Berdasarkan kinerja hingga Juli, ia memperkirakan defisit APBN pada akhir tahun berada di level 2,85 persen terhadap PDB.

Baca juga : Purbaya Siapkan Jurus Hadapi Lonjakan Harga Minyak Di 2027

“Angka ini menunjukkan bahwa kita berusaha membuat fiskal lebih aktif tanpa meninggalkan kehati-hatian,” ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan realisasi semester I-2026, pendapatan negara hingga Juni tercatat Rp 1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penerimaan perpajakan mencapai Rp 1.187,8 triliun, dengan penerimaan pajak sebesar Rp 1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6 persen. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 145 triliun atau tumbuh 3,4 persen.

Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 271 triliun atau meningkat 21,6 persen, sedangkan penerimaan hibah tercatat Rp 7 miliar atau tumbuh 10,2 persen.

Baca juga : Purbaya Pede, Tahun Ini Ekonomi Dekati 6%

Dari sisi belanja, realisasi belanja negara hingga Juni mencapai Rp 1.656 triliun atau tumbuh 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Belanja pemerintah pusat mendominasi dengan realisasi Rp 1.298,6 triliun atau meningkat 29,4 persen. Belanja kementerian/lembaga mencapai Rp 658,9 triliun atau tumbuh 40 persen, sedangkan belanja non-K/L sebesar Rp 639,7 triliun atau meningkat 20 persen.

Sementara itu, Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi sebesar Rp 357,4 triliun atau tumbuh 11,2 persen. Dengan capaian tersebut, keseimbangan primer APBN hingga Juni 2026 mencatat surplus sebesar Rp 85,1 triliun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense