Sebelumnya
Abdul Mu’ti mengatakan, pendekatan pembelajaran perlu mempertimbangkan kondisi siswa yang beragam. Mulai dari jadwal kerja, lokasi PKL, akses internet, ketersediaan perangkat, hingga pola pendampingan.
Karena itu, pembelajaran asinkron dinilai dapat menjadi pilihan yang lebih fleksibel. Guru dapat menyediakan video pembelajaran, modul ringkas, lembar kerja, kuis, tugas pemecahan masalah, maupun jurnal refleksi yang dapat dikerjakan siswa sesuai waktu yang tersedia.
“Fleksibilitas bukan berarti tanpa arahan. Guru tetap memiliki peran penting dalam menetapkan tujuan pembelajaran, memberikan instruksi, memantau perkembangan, dan memberikan umpan balik kepada murid,” tegasnya.
Baca juga : Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai Januari 2027
Materi pembelajaran juga perlu dikaitkan dengan pengalaman siswa selama PKL. Siswa bidang teknik, misalnya, dapat diberikan tugas membaca petunjuk teknis sekaligus menghitung kebutuhan material.
Siswa bidang bisnis dan manajemen dapat menganalisis data penjualan atau menghitung keuntungan. Sedangkan siswa bidang kesehatan dapat membaca informasi prosedural dan menafsirkan data sederhana.
Pendekatan kontekstual tersebut sekaligus dapat mendukung persiapan siswa menghadapi TKA. Persiapan tidak cukup hanya dilakukan dengan mengerjakan latihan soal berulang kali, tetapi harus melalui penguatan pemahaman konsep, penalaran, kemampuan membaca informasi, pengolahan data, dan pemecahan masalah.
Baca juga : Hadiah OSN Dinilai Masih Kecil, Mendikdasmen Cari Tambahan Anggara
Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan juga menyediakan video bedah kerangka asesmen TKA program keahlian SMK bagi guru mata pelajaran kejuruan.
Materi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai rujukan dalam menyusun bahan ajar, lembar kerja, dan asesmen yang selaras dengan kerangka TKA. Melalui pembelajaran asinkron, pemerintah berharap proses pendidikan siswa kelas XII tetap berlangsung selama PKL.
Penguatan literasi dan numerasi diharapkan tidak hanya membantu siswa menghadapi asesmen, tetapi juga membekali mereka untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun menjalani kehidupan bermasyarakat.
Baca juga : Mendikdasmen: Daerah yang Tidak Aman Tak Dianjurkan Tatap Muka di Sekolah
Dengan demikian, PKL dan pembelajaran akademik tidak perlu ditempatkan sebagai dua kegiatan yang saling berlawanan. Keduanya dapat berjalan beriringan untuk membentuk lulusan SMK yang memiliki keterampilan kerja sekaligus kemampuan berpikir dan bernalar yang kuat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.