Dark/Light Mode

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Minta Maaf Hadiah Medali OSN Dipangkas, Ini Alasannya

Jumat, 4 September 2026 20:38 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti (kanan) bersama jajaran mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi X DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/9/25). Foto: Ist
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti (kanan) bersama jajaran mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi X DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/9/25). Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta maaf atas pengurangan nominal hadiah bagi para pemenang medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SD-SMP tahun ini.

Pengurangan tersebut terjadi setelah anggaran Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen yang menjadi penyelenggara OSN mengalami pemangkasan signifikan.

Mu’ti mengatakan keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menyesuaikan nominal hadiah yang diberikan kepada para peraih medali OSN. Ia menegaskan kondisi tersebut tidak berkaitan dengan berkurangnya dukungan pemerintah terhadap murid-murid berprestasi.

Baca juga : Kemendikdasmen Bina Talenta Berprestasi hingga Ajang Internasional

“Karena memang ada pengurangan anggaran yang signifikan untuk Puspresnas, sehingga mohon maaf kalau mungkin hadiahnya tidak besar sebagaimana yang diharapkan,” kata Mu’ti seusai membuka Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

Ia menjelaskan, Kemendikdasmen tetap memberikan perhatian terhadap pengembangan prestasi dan manajemen talenta murid meskipun anggaran yang tersedia terbatas.

Para pemenang medali OSN tahun ini juga tetap memperoleh prioritas dukungan apabila hendak melanjutkan pendidikan melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Baca juga : FPLKP Lepas 4.021 Alumni LKP Bekerja ke 11 Negara

“Bukan berarti kami tidak mendukung prestasi, tapi kami berusaha dengan dana yang memang sangat terbatas tetap bisa memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berprestasi. Mereka yang juara juga tetap dapat prioritas untuk beasiswa dari LPDP,” lanjutnya.

Menurut Mu’ti, pemerintah tengah mencari alternatif pembiayaan agar penyelenggaraan OSN pada masa mendatang tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran yang tersedia di Puspresnas. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka ruang penambahan anggaran hadiah bagi para pemenang.

“Kami sedang mencari skema supaya anggarannya dapat digunakan dari sumber-sumber lain sehingga anggaran hadiahnya dapat ditambah,” kata Mu’ti.

Baca juga : Kemendikdasmen Salurkan Santunan Rp 305 Juta bagi Guru & Murid Korban Gempa NTT

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pengurangan nominal hadiah pemenang medali OSN jenjang SD-SMP ramai diperbincangkan warganet di media sosial. Besaran hadiah tahun ini menjadi sorotan karena nilainya lebih rendah dibandingkan yang diharapkan sejumlah pihak.

Berdasarkan pengumuman melalui akun YouTube Puspresnas Kemendikdasmen pada Minggu (30/8/2026), peraih medali emas OSN jenjang SD-SMP mendapatkan hadiah Rp 3 juta. Sementara itu, peraih medali perak memperoleh Rp 2 juta dan peraih medali perunggu mendapatkan Rp 1 juta.

Pengurangan nominal hadiah tersebut menjadi bagian dari penyesuaian yang dilakukan penyelenggara setelah adanya pemangkasan anggaran Puspresnas. Di sisi lain, Kemendikdasmen menyatakan dukungan terhadap para murid berprestasi tetap diberikan melalui berbagai bentuk, termasuk prioritas dalam akses beasiswa LPDP.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.