BREAKING NEWS
 

Ketua Ombudsman Terkesan dengan Seleksi Kesehatan Calon Taruna Poltek Imipas

Reporter & Editor :
ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Rabu, 14 Oktober 2026 19:46 WIB
Plt Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenimipas Muhammad Tito Andrianto menjelaskan proses seleksi kepada Ketua Ombudsman Nuzran Joher di depan calon taruni Poltek Imipas di RS Bhayangkara Brimob, Depok, Rabu (14/10/2026). Foto: GO/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher mengaku terkesan dengan fasilitas dan pelayanan pemeriksaan kesehatan calon taruna dan taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltek Imipas) di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Kesan tersebut disampaikan Nuzran saat memantau langsung pelaksanaan seleksi kesehatan, Rabu (14/10/2026). Dalam kunjungan itu, Nuzran didampingi Komandan Korps Brimob Polri Komjen Ramdani Hidayat dan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenimipas Muhammad Tito Andrianto, beserta jajaran terkait.

Nuzran berkeliling meninjau sarana, prasarana, dan berbagai fasilitas rumah sakit yang digunakan dalam pemeriksaan kesehatan. Dia juga berbincang hangat dengan sejumlah calon taruna dan taruni, termasuk peserta dari Kalimantan, untuk melihat langsung pelaksanaan seleksi.

"Saya terkesan. Baik fasilitas maupun pelayanannya. Tentu ini memberikan kenyamanan dan kepastian bagi kita bahwa seluruh tahapan tes kesehatan berjalan dengan baik," kata Nuzran.

Menurut Nuzran, pemantauan tersebut merupakan bagian dari program rutin Ombudsman RI dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk penerimaan peserta sekolah kedinasan.

Baca juga : Kemenimipas Borong Penghargaan Di Anugerah Humas Indonesia 2026

Dia menegaskan, prinsip transparansi harus diterapkan dalam seluruh tahapan seleksi, mulai dari administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemeriksaan kesehatan, hingga tahapan lanjutan.

"Semua unit pelayanan publik harus transparan dan terbuka untuk umum. Seleksi bagi taruna dan taruni di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga memberikan kesempatan kepada Ombudsman untuk melihat bagaimana transparansi proses seleksi ini berjalan," tuturnya.

Dalam peninjauan tersebut, Nuzran turut menyampaikan sejumlah catatan kepada panitia, khususnya mengenai pemeriksaan kesehatan mata dan tes buta warna. Dia mendorong agar hasil pemeriksaan tersebut dihimpun sebagai data untuk memetakan kondisi kesehatan peserta seleksi sekolah kedinasan. Data itu diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan dikembangkan untuk proses penerimaan di lembaga pendidikan kedinasan lainnya.

Adsense

Ombudsman juga memperhatikan keterwakilan peserta dari berbagai daerah agar akses seleksi tetap terbuka dan seluruh calon taruna serta taruni memperoleh kesempatan yang adil.

Sementara itu, Plt. Kepala BPSDM Kemenimipas Muhammad Tito Andrianto menegaskan bahwa seluruh tahapan penerimaan calon taruna dan taruni Poltek Imipas Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, keadilan, dan akuntabilitas.

Baca juga : Lapas Mewah Dibangun 2023, Pakai Dana Napi

“Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Kami berkomitmen memastikan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel. Tidak ada ruang bagi praktik kecurangan maupun intervensi yang dapat mencederai integritas proses seleksi,” ujar Tito.

Sebanyak 1.845 calon taruna dan taruni dinyatakan berhak mengikuti seleksi kesehatan setelah lolos SKD. Pemeriksaan dilaksanakan selama tiga hari, pada 14–16 Oktober 2026, di RS Bhayangkara Brimob, Depok. Materi pemeriksaan meliputi kesehatan gigi, mata, urine, dan varises.

Hasil seleksi kesehatan dijadwalkan diumumkan pada 17 Oktober 2026. Peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahap seleksi fisik pada 19–21 Oktober 2026. Seluruh rangkaian seleksi tersebut merupakan bagian dari proses penyaringan untuk memenuhi kuota penerimaan sekitar 400 calon taruna dan taruni.

Sebelumnya, proses penerimaan telah melalui tahapan seleksi administrasi dan SKD yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN). Seleksi lanjutan mencakup pemeriksaan kesehatan dan pengamatan fisik, kesamaptaan, psikologi, serta wawancara dan keterampilan. Setiap tahapan dilaksanakan berdasarkan mekanisme dan standar penilaian yang telah ditetapkan, dengan sistem gugur.

Di tengah ketatnya persaingan, salah satu peserta, Nabil (20), asal Jakarta Pusat, mengaku mengikuti seleksi Poltek Imipas atas dorongan ibunya. Sebelumnya, dia telah dua kali mencoba mengikuti seleksi Akademi Kepolisian (Akpol), yakni pada 2025 dan 2026, tetapi belum berhasil melewati tahap akhir.

Baca juga : Ombudsman: Masalah Lapas Bukan Hanya Tugas Kemenimipas

"Harapannya semoga kali ini lolos, sesuai harapan ibu saya," kata Nabil.

Kemenimipas menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi penerimaan calon taruna dan taruni Poltek Imipas Tahun Anggaran 2026 tidak dipungut biaya. Peserta, keluarga, dan masyarakat diimbau mewaspadai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta imbalan dalam bentuk apa pun.

Segala bentuk penyuapan, pemberian imbalan, maupun kecurangan lainnya akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense