BREAKING NEWS
 

Menko Polkam Sebut Presiden Intens Pantau Karhutla, Bakal Gelar Rapat Siang Ini

Reporter : MOEHAMMAD WAHYUDIN
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 19 Oktober 2026 13:39 WIB
Foto: M. Wahyudin/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto terus memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengatakan, Kepala Negara akan kembali menggelar rapat bersama sejumlah menteri pada Senin (19/10/2026) pukul 14.30 WIB untuk membahas penanganan karhutla.

Hal itu disampaikan Dudung seusai menggelar rapat koordinasi tingkat menteri dan lembaga di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan, Kepala BRIN Arif Satria, dan Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan.

Dudung mengatakan, salah satu fokus utama pembahasan adalah penanganan karhutla. Menurut dia, perhatian Presiden terhadap persoalan tersebut sangat intens, baik melalui pertemuan daring maupun rapat secara langsung.

“Intinya, kami ingin memastikan bahwa koordinasi kementerian dan lembaga dalam menangani, khususnya karhutla tadi, menjadi penajaman dalam pembicaraan,” kata Dudung dalam konferensi pers.

Baca juga : Karhutla Bromo Makan Korban Jiwa, Kemlu UEA Sampaikan Solidaritas untuk RI

Dia menambahkan, Presiden akan kembali mengundang jajaran terkait untuk membahas persoalan tersebut pada siang hari.

“Dan nanti jam 14.30, Bapak Presiden juga akan mengundang kami, sehingga kita akan dibahas kembali tentang karhutla,” sambungnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Dudung mengungkapkan ada empat poin utama yang dibahas.

Poin pertama berkaitan dengan penanganan karhutla, mulai dari pemantauan titik panas (hotspot), kondisi faktual di lapangan, hingga langkah strategis dan teknis yang dilakukan petugas, termasuk berbagai kendala yang dihadapi.

Adsense

Pemerintah juga membahas langkah konkret untuk memperkuat pengendalian karhutla.

Baca juga : Akibat Karhutla, Negara Tetangga Mohon Sabar Ya

Upaya tersebut antara lain melalui pembuatan sekat kanal, penyediaan water intake, pembangunan sumur bor, serta embung untuk mendukung ketersediaan air.

“Kemudian langkah-langkah konkret yang akan kita lakukan, serta upaya seperti pembuatan sekat kanal, penyediaan water intake, juga perlu diperhatikan untuk mendukung pengendalian karhutla yang lebih efektif lagi, termasuk sumur bor, kemudian embung, dan sebagainya,” ujar Dudung.

Sementara poin kedua menyangkut perkembangan ekonomi dan kondisi global. Dudung mengatakan, pemerintah turut mencermati perkembangan inflasi nasional yang disampaikan Mendagri Tito Karnavian.

Selain itu, rapat membahas dinamika ekonomi global, kondisi stok bahan bakar minyak (BBM), serta alternatif sumber energi.

Menurut Dudung, berbagai perkembangan tersebut perlu diantisipasi melalui koordinasi lintas sektor agar tidak mengganggu stabilitas nasional.

Baca juga : Pakar Hukum Dorong Evaluasi Aturan Pembakaran Lahan dan Penegakan Hukum Karhutla

“Yang ketiga, persatuan dan stabilitas sosial. Kami bahas pentingnya kebebasan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab sesuai dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Serta perkembangan situasi di Papua yang memerlukan perhatian dan koordinasi bersama,” lanjutnya.

Adapun poin keempat berkaitan dengan pembangunan dan penyelesaian persoalan agraria.

Dalam pembahasan ini, pemerintah menerima berbagai masukan mengenai percepatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, penyelesaian masalah pertanahan di wilayah transmigrasi, serta persoalan agraria di desa-desa dalam kawasan hutan.

“Seluruhnya ini memerlukan koordinasi lintas sektor agar pelaksanaannya berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Dudung.

Dudung berharap, koordinasi yang diperkuat antarkementerian dan lembaga dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus menjaga keamanan nasional. Dengan demikian, agenda pembangunan menuju Indonesia Emas dapat terus berjalan dengan baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense