RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) senilai total Rp 125 miliar untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi.
Bantuan tersebut disalurkan dalam dua tahap kepada pemerintah provinsi dan delapan kabupaten untuk mendukung penanganan karhutla, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kebakaran berikutnya.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat menghadiri rapat koordinasi penanganan karhutla di Jambi, Selasa (27/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, jajaran TNI-Polri, serta para bupati dan wali kota.
Raja Juli mengatakan, kunjungannya ke Jambi merupakan arahan Presiden Prabowo untuk berkoordinasi dengan gubernur, para bupati, Kapolda, dan Danrem mengenai penanganan karhutla serta penggunaan dana bantuan tersebut.
“Alhamdulillah, Bapak Presiden mempunyai perhatian khusus kepada masyarakat Jambi. Sudah dua kali turun Banpres, bantuan presiden yang pertama sejumlah Rp 85 miliar dan kemudian minggu yang lalu juga ada Banpres tahap kedua sebesar Rp 40 miliar. Jadi total Rp 125 miliar,” ungkap Raja Juli.
Baca juga : Karhutla Jambi Membaik, Menhut Optimalkan Pembasahan hingga 2 November
Berdasarkan alokasinya, Banpres tahap pertama sebesar Rp 85 miliar telah disalurkan kepada Provinsi Jambi dan empat kabupaten, yakni Batanghari, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, dan Sarolangun.
Sementara itu, bantuan tahap kedua sebesar Rp 40 miliar disalurkan kepada Kabupaten Merangin, Muaro Jambi, Tebo, dan Bungo.
Dengan demikian, total Banpres untuk mendukung penanganan karhutla di Jambi mencapai Rp 125 miliar.
Raja Juli meminta pemerintah daerah memastikan penggunaan dana tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Ia juga mendorong pemerintah daerah berkoordinasi sejak awal dengan aparat penegak hukum agar pelaksanaan anggaran sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Terus berkoordinasi dengan Pak Kapolda dan Pak Kajati, jangan sampai nanti malah jadi masalah di kemudian hari. Mohon pendampingannya sejak dini, dilakukan secara transparan dan akuntabel,” pintanya
Baca juga : DPR Desak Proses Hukum Korporasi Penyebab Karhutla
Raja Juli menjelaskan, Banpres dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan penanganan karhutla, termasuk pembelian peralatan.
Apabila kondisi kebakaran mulai mereda, dana tersebut juga dapat dialokasikan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim karhutla berikutnya.
Salah satu kebutuhan yang dapat diprioritaskan adalah pembangunan sumur bor sebagai sumber air untuk mengantisipasi kebakaran pada musim berikutnya.
Dana bantuan juga dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat.
Ia menegaskan, Banpres tersebut merupakan dukungan tambahan di luar pengadaan helikopter, operasi modifikasi cuaca (OMC), pengerahan pasukan darat, serta pengadaan peralatan yang dilakukan pemerintah dalam penanganan karhutla.
Menurut Raja Juli, pemerintah pusat telah mengerahkan berbagai sumber daya melalui sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kehutanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca juga : Menhut: Prabowo Salurkan Rp 200 Miliar untuk Penanganan Karhutla di Sumsel
“Di luar tentu anggaran APBN lainnya dari Kementerian Kehutanan, di Dana Siap Pakai di BNPB, dari Kementerian Lingkungan Hidup, dan lain sebagainya. Jadi, sekali lagi, Insya Allah kami pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, BNPB, BMKG tidak pernah tinggal diam, tidak pernah cuci tangan, lepas tangan,” tegasnya.
Raja Juli menegaskan, penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Ini adalah tanggung jawab kolektif kita dan oleh karena itu sekaligus saya meminta kepada masyarakat agar tidak lagi membakar hutan dan lahan,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.