BREAKING NEWS
 

Menhut Tinjau Sekat Bakar 3,2 Km untuk Lindungi Habitat Orangutan Barito Utara

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 1 November 2026 06:16 WIB
Foto: Dok. Kemenhut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekat bakar sepanjang 3,2 kilometer dibangun di Desa Paring Lahung, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, untuk menghambat penyebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus melindungi habitat orangutan.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung sekat bakar tersebut pada Sabtu (31/10/2026).

Dalam kunjungan itu, Menhut menyusuri jalur sekat bakar bersama pegiat lingkungan sekaligus Pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit.

Sekat bakar tersebut mulai dibangun pada 11 September 2026 sebagai upaya membatasi penjalaran api sekaligus memberikan ruang bagi tim di lapangan untuk melakukan penanganan karhutla.

Di lokasi, sekat bakar tampak menjadi pembatas antara area yang telah terbakar dan kawasan yang masih hijau. Pada satu sisi terlihat bekas kebakaran, sementara vegetasi di sisi lainnya masih utuh.

Baca juga : Hotspot Nasional Naik Jadi 118 Titik, Papua Selatan Terbanyak

Keberadaan sekat bakar tersebut dinilai turut membantu melindungi kawasan habitat orangutan dari ancaman kebakaran.

Pembangunan sekat bakar dilakukan oleh Chanee bersama Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut), petugas pemadam kebakaran (Damkar), BPBD Barito Utara, masyarakat, serta pihak perusahaan yang mendukung penyediaan alat berat.

Chanee mengatakan, pembangunan sekat bakar menjadi langkah yang diperlukan setelah upaya pemadaman dilakukan berulang kali, tetapi api kembali menyala.

Adsense

Ia mengungkapkan, tim telah melakukan pemadaman selama sekitar 10 hari sebelum akhirnya memutuskan membuat sekat bakar untuk menghambat pergerakan api.

“Sebelum ambil keputusan ini (bikin sekat bakar) pernah berkomunikasi dengan bapak Menteri, 10 hari sudah coba, padamin-padamin, cukup confident ternyata apinya nyala lagi,” kata Chanee.

Baca juga : Anggota Komisi VII DPR Minta Evaluasi Total Demi Cegah Karhutla

Menurut Chanee, sekat bakar juga berfungsi sebagai pengaman bagi tim pemadam ketika menghadapi kondisi api yang sulit dikendalikan.

Karena itu, ia menilai penguatan personel untuk menjaga jalur sekat bakar perlu dilakukan setelah pembangunannya selesai.

“Kalau saya sarankan selalu dibuat seperti ini kalau sudah selesai hayo kita padamin, kalau berhasilkan berarti tidak terkorban semua tapi ada pengaman kalau kita kewalahan,” ujarnya.

Sebelumnya, Chanee Kalaweit sempat mengunggah kondisi kebakaran dengan kobaran api besar di wilayah Barito Utara melalui media sosial dan meminta bantuan penanganan.

Merespons kondisi tersebut, Menhut Raja Juli Antoni memberikan izin penggunaan alat berat untuk pembangunan sekat bakar serta mengerahkan personel Manggala Agni Kemenhut ke lokasi.

Baca juga : Menhut Bantu Biaya Pendidikan Anak Korban Karhutla Bromo hingga Kuliah

Dalam kondisi darurat penanganan karhutla, Menhut juga memberikan izin penggunaan alat berat secara terbatas untuk kepentingan pembangunan sekat bakar.

Penggunaannya ditekankan agar tetap sesuai kebutuhan penanganan kebakaran dan tidak melampaui batas yang diperlukan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense