BREAKING NEWS
 

Jokowi Ajak 3 Kepala Staf Jalan Pagi Di Istana

Kiri Apa Kanan, Mana Yang Layak Jadi Panglima TNI..?

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Senin, 15 Juni 2020 06:13 WIB
Kepala Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasa (kaos loreng) dan Kepala Staf TNI AU Marsekal Fadjar Prasetyo jalan di kanan Presiden, Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudo Margono jalan di kiri Presiden. Mereka menemani Presiden Jokowi berolahraga di istana Bogor, kemarin. (Foto: Sekretariat Kabinet)

 Sebelumnya 
Pengalaman menunjukkan, ada beberapa perwira cemerlang yang tidak sempat menjabat karena terhalang seniornya yang belum pensiun. “Padahal, untuk jabatan sestrategis Panglima TnI tidak harus menunggu usia pensiun,” imbuhnya.

Apalagi, jika dipertimbangkan prestasi kerja selama dinas. Ukuran prestasi kerja yang memang belum standar menyebabkan banyak spekulasi yang hanya berdasarkan rekam jejak pengalaman dinas. Kedua, pertimbangan kebutuhan organisasi TNI dalam kurun waktu ke depan sebagai bagian modernisasi alutsista, sehingga dibutuhkan kemampuan manajemen tempur dan diplomasi militer yang andal.

Ketiga, pertimbangan perkembangan lingkungan strategis pada tataran global dan regional. Dibutuhkan sosok Panglima TNI yang memiliki dampak penangkalan bagi petinggi militer Internasional. “Penting sekali jika Panglima TNI disegani dunia Interna sional,” tegas Nuning.

Baca juga : Jokowi Perintahkan Evaluasi PSBB: Mana yang Kebablasan, Mana yang Masih Kendor

Pengamat Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi punya pandangan serupa. Yakni, mempertimbangkan usia. Menurut Fahmi, masa dinas aktif Yudo lebih panjang setahun dari Andika. Yudo kini berusia 55 tahun, Andika 56 tahun. Sementara, perwira TNI pensiun pada usia 58 tahun. Hadi sendiri baru akan pensiun jelang akhir tahun depan, ketika Andika sudah berusia 57 tahun.

“Jika pergantian Panglima TNI dilakukan dalam waktu dekat, maka KSAD yang berpeluang lebih besar,” ujar Fahmi, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Fahmi mengingatkan, masa jabatan yang terlalu singkat atau terlalu panjang di puncak akan berdampak kurang bagus untuk organisasi. “Makanya, kalau pengen Andika jadi panglima, mestinya nggak nunggu Pak Hadi pensiun baru diganti,” tuturnya.

Baca juga : Jangan Panik, Jangan Timbun Makanan, Tirulah Gaya Hidup Sehat Warga Desa

Paling tidak, sebelum pertengahan tahun 2021, Panglima TNI sudah harus diganti. “Jika lebih dari itu, di atas kertas, KSAL Yudo Margono akan lebih berpeluang, tetapi peluang KSAD ju ga tidak tertutup,” tandas Fahmi.

Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, sampai saat ini, belum ada pembicaraan soal pergantian Panglima TnI. “Biasanya, kalau ada pergantian akan ada Surat Presiden yang ditujukan kepada kami. (Setelah itu) nanti kami akan melakukan fit and proper test,” kata Abdul, saat di kontak Rakyat Merdeka, tadi malam.

Soal siapa calon pengganti Hadi, politisi PKS ini belum mau bicara banyak. Ia merasa lebih baik menunggu Surat Presiden. [OKT/BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense