RM.id Rakyat Merdeka - Upaya Badan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dalam memberantas sindikasi penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal atau nonprosedural, kian mendapat perhatian dan dukungan dari stakeholder terkait.
Dalam kunjungan ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Kantor Staf Presiden (KSP) pada Jumat (19/6), Kepala BP2MI mendapat respon positif dari kedua pimpinan lembaga tersebut.
Baca juga : HKTI Dukung Kerja Mentan Capai Kedaulatan Pangan
Pada pertemuan tersebut, Benny memaparkan arah kebijakan BP2MI hingga tahun 2024, melalui sembilan prioritas program BP2MI.
Pertama, pemberantasan sindikasi PMI nonprosedural. Kedua, penguatan kelembagaan dan reformasi birokrasi dalam rangka meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik. Ketiga, menjadikan PMI sebagai VVIP (Very Very Important Person) dengan memberikan pelayanan dan pelindungan maksimal.
Baca juga : MRT Pede Bisa Layani Lonjakan Penumpang
Keempat, modernisasi sistem pendataan secara terintegrasi. Kelima, pembebasan biaya penempatan. Keenam, pembenahan penempatan PMI sea-based (awak kapal niaga migran dan awak kapal perikanan migran). Ketujuh, penguatan skema penempatan PMI dalam rangka peningkatan penempatan PMI terampil dan profesional.
Kedelapan, pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi PMI dan keluarganya di dalam dan luar negeri. Kesembilan, peningkatan sinergi dan koordinasi multi-stakeholder terkait tata kelola penempatan dan perlindungan PMI.
Baca juga : PSSI: PT LIB Sudah Siap Lanjutkan Kompetisi Liga 1 dan Liga 2
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengaku siap mendukung terobosan revolusioner BP2MI, dalam melawan masalah serius terkait sindikasi pengiriman PMI ilegal. "Tidak hanya karena negara harus melindungi warganya, tetapi juga ini merupakan marwah bangsa," katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.