Sebelumnya
Mindo juga meminta Syahrul hati-hati dalam menyampaikan klaim antivirus corona kepada publik. “Padahal belum tahu kita ini, jadi jangan dululah yang begituan itu. Maaf nih teman-teman dari Balitbangtan harus lebih selektif lah menyampaikan itu,” ucapnya.
Mendengar masukan itu, Syahrul hanya tersenyum dan nyengir lalu buru-buru menuliskan sesuatu di buku yang dibawanya.
Anggota Komisi IV DPR, Ahmad Ali ikut memberi masukan. Dia menilai, apa yang dilakukan Kementan bagian dari ikhtiar melawan pandemi. Meski, manfaat kalung tersebut masih dipertanyakan. Agar polemik tak berkepanjangan, dia menyarankan Mentan mengubah nama kalung tersebut agar tak menimbulkan kegaduhan.
Baca juga : DPD Minta Menteri Syahrul Fokus Saja Ngurusin Pangan
“Saya mungkin lebih tepat mengatakan ini sebagai kalung kesehatan atau apapun namanya,” tuturnya.
Senada, Anggota Komisi IV DPR, Alien Mus juga meminta Mentan me ngubah nama kalung tersebut. Soal nya belum ada penelitian yang meyakinkan bahwa produk ini benar-benar antivirus Corona. “Jadi menurut saya mungkin bukan anti virus corona, mungkin bisa digantikan namanya,” cetusnya.
Setelah mendapat giliran bicara, Menteri Syahrul akhirnya memberikan klarifikasi. Dia bilang, riset terkait potensi eucalyptus untuk menjadi an tivirus corona sudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Kementan.
Baca juga : Curhat Di DPR, Bos Garuda: Penerbangan Ke Bali Cuma Diisi 20 Orang
Kementan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian memiliki Balai Besar Penelitian Veteriner. Balai tersebut memiliki unit Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah. Oleh karena itu, riset terkait potensi tanaman obat dan rempah dalam konteks masa pandemi corona sesuai dengan ranah kerjanya.
Soal antivirus, Syahrul mengaku tidak pernah memberikan keterangan khusus terkait kalung antivirus corona yang akhirnya menjadi viral di media sosial. Namun, dia menegaskan, akan menghentikan riset jika tidak mendapatkan dukungan dari DPR.
Merespon pernyataan itu, Sudin kembali mempertanyakan khasiat kalung tersebut. Ia khawatir jika narasi mengenai kalung ini disalahartikan oleh masyarakat. Sehingga jangan sampai ada anggapan bahwa pengguna kalung itu aman dari penularan corona.
Baca juga : Senayan Hargai Kementan
“Saran saya jangan terlalu dipublikasikan dulu sampai benar-benar matang langsung,” kata Sudin. Politikus PDIP ini mempersilakan kalau Syahrul mau meneruskan proyek tersebut. Hanya saja dia minta tidak menggunakan dana dari APBN. Pasalnya, ada risiko besar yang harus di hadapi jika ada kegagalan dalam penelitian. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.