Sebelumnya
Ke depan, kata Erick untuk melebarkan sayap PNM, Kementerian BUMN akan melakukan holding yang melibatkan pula PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, serta PT Pegadaian (Persero). Ketiganya diharapkan bersinergi dalam pemberdayaan segmen usaha ultra mikro dalam holding BUMN Ultra Mikro (UMi).
"Pembentukan holding ultra mikro merupakan wujud keberpihakan pemerintah terhadap para pelaku UKM dan ultra mikro," imbuhnya.
UKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, sehingga pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan UKM di tengah pandemi.
Baca juga : Menteri BUMN Erick Thohir Angkat 3 Direksi Baru PLN
Erick lantas menjelaskan, model bisnis ekosistem ultra mikro akan fokus pada pemberdayaan bisnis melalui PNM. Sementara, pengembangan bisnis melalui Pegadaian dan BR, untuk membuat usaha mikro naik kelas sehingga bisa memasuki tahapan yang lebih tinggi.
Sementara itu, Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi mengatakan, melalui holding BUMN di segmen UMi dan UMKM akan memacu masyarakat terkategori prasejahtera memiliki akses pendanaan yang lebih terstruktur dalam satu ekosistem.
"Harapannya, masyarakat prasejahtera bisa cepat naik kelas, dan memperbesar usaha mereka bahkan membantu dalam penyerapan tenaga kerja," tutur Arief.
Baca juga : Menaker Apresiasi Pembangunan Pusdiklat FSPMI
Melalui holding yang melibatkan pihaknya dengan BRI dan Pegadaian, Arief optimistis, pertumbuhan bisnis dan aktifitas pemberdayaan PNM ke depan berpotensi makin besar, dan nasabah program PNM Mekaar akan memperoleh keuntungan yang lebih baik lagi, seperti penurunan bunga pinjaman.
"Peran pemberdayaan tetap diperankan oleh kami, PNM, dengan adanya Super App yang menjadi pendukung kerja karyawan kami," ujarnya.
Juga pemanfaatan agen Brilink, jadi segmen ultra mikro yang kami sasar lebih efektif. Nasabah akan mendapatkan keuntungan dengan akses pendanaan lebih murah dan cepat.
Baca juga : Penegakan Hukum Kunci Pemberantasan Pungli di Pelabuhan
Sebagai informasi, hingga 21 Juni 2021 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 19,45 triliun kepada nabasah PNM Mekaar yang berjumlah 9,7 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 2.902 kantor layanan Mekaar dan 688 kantor layanan ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 415 Kabupaten/Kota, dan 4.820 Kecamatan. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.