Sebelumnya
“Obatnya sudah dapat ? Lebih enak isoter atau di rumah?” tanya Hadi lagi.
“Enak di sini Pak. Di rumah saya ada orangtua, saya tidak berani, takut membahayakan mereka,” jawab Jemi.
Baca juga : Panglima TNI: Dengan Isoter, Kita Jaga Diri Dan Orang Lain
Hadi mengangguk dan tersenyum. “Itu jawaban yang benar dan tepat, karena kita harus menjaga keluarga di rumah, tetangga dan orang lain,” puji dia.
Hadi pun mengingatkan Jemi dan para pasien lain untuk meminum obat-obatan tepat waktu agar lekas sehat kembali.
Baca juga : Kapolri Imbau Warga Medan Positif Covid Jalani Isolasi Di Isoter
“Lekas sehat Bapak dan Ibu, semangat. Keluarga menunggu Bapak dan Ibu untuk sehat kembali,” tutur Hadi, memberi semangat.
Di tempat isoter itu, terdapat sejumlah fasilitas yang tersedia. Antara lain, jumlah kamar dan tempat tidur sebanyak 247. Lalu, tabung oksigen berukuran besar 50 tabung, sehingga diyakini kebutuhan oksigen masih mencukupi.
Baca juga : Alhamdulillah, Kasus Positif Covid-19 Di DKI Turun Terus
Ada pun mekanisme isoter, yaitu pasien suspect Covid-19 atau pasien dengan hasil swab antigen positif atau PCR datang ke pendaftaran untuk segera ditangani dokter dan perawat.
Melakukan skrining terhadap pasien. Kriteria pasien isoter yang diterima, OTG atau memiliki keluhan ringan dengan saturasi oksigen >90 persen. Apabila memenuhi kriteria, lanjut isolasi sampai 10 sampai dengan 14 hari. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.