Sebelumnya
Di tingkat pusat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Kementerian Agama (Kemenag) justru saling lempar bola. Menurut Kemendikbud, MDTA itu berada di bawah Kemenag. Sementara dari Kemenag bilang, kalau MDTA itu bersifat pendidikan non formal. Sehingga, bantuan yang diberikan sifatnya hibah dan merupakan ranahnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Pemda setempat.
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Kata dia, gaji Rp 50 ribu sebulan, hanya cukup untuk biaya hidup 2 hari saja.
Baca juga : Daging Sapi Hanya Dijual Rp 35 Ribu/Kg
“Hati saya rasanya seperti tersayat-sayat sebagai saudar sebangsa dan setanah air, kok masih ada guru yang gajinya tidak layak,” kata Anwar.
Wakil Sekjen MUI, M Ziyad berharap, pemerintah memberikan perhatian besar kepada madrasah. Menurutnya, Kementerian Agama harus menyisihkan anggaran untuk diberikan sebagai kegiatan operasional madrasah.
Baca juga : Mandiri Sekuritas Donasikan Penanggulangan Pandemi Rp 200 juta
“Banyak anggaran di Kementerian Agama yang bisa didistribusikan dengan tepat sasaran sesuai tingkat emergency-nya,” ujar Ziyad.
Di dunia maya, banyak warganet yang miris melihat kondisi ini. “Sangat tidak layak Pak, itu mah harusnya jadi gaji harian bukan bulanan. Gila dibayar 2,083 perak doang sehari. Buat ongkos aja cuma jarak 1-2 KM doang,” kata @Iqrajs. “Ya Allah.. gimana kualitas SDM mau naik kalau guru saja di gaji segitu??” timpal @ariefb77.
Baca juga : Tarif Tes PCR Di Bandara Soetta Dan Husein Turun, Kini Cuma Rp 495 Ribu
Menurutt @Cookie_311019, gaji guru yang kecil sebetulnya bukanlah hal yang aneh dan langka di Indonesia. “Kemana aja selama ini? Coba deh cek ke madrasah-madrasah banyak banget guru-guru yang digaji gak lebih dari 100 ribu per bulan,” ujarnya. “Saya juga sedih liat perbudakan jaman modern kaya gini pak,” cuit akun @HadinataPurnama, sedih.
Akun @dirgaaldhafeer menilai gaji guru Rp 50 ribu sebulan itu ironis. Karena negara mampu menggaji pejabat dengan bayaran cukup mahal. “Wamen aja dapat bonus pensiun lho, sungguh ironis negeri ini. Yang berjasa malah tidak dihargai,” kesalnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.