BREAKING NEWS
 

Ini Kisah Konjen RI Cape Town, Afrika Selatan (7)

Debut Diplomat Di Wina, Dari Jari Terjepit Hingga Bersinar Di UNIDO

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Selasa, 16 Juli 2024 20:32 WIB
Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Cape Town, Afrika Selatan Tudiono. Dok Pribadi

 Sebelumnya 
 

Tugas Sebagai Diplomat Di Wina

Di KBRI/PTRI Wina, Tudi ditugaskan di bagian ekonomi untuk kerjasama bilateral RI-Austria dan RI-Slovenia serta UNIDO untuk multilateralnya.

UNIDO atau United Nations Industrial Development Organization merupakan organisasi PBB yang menangani pembangunan industri negara-negara berkembang. Kebijakan-kebijakan substantif organisasi ini, seperti arah kebijakan pemberian bantuan atau kerjasama teknis, ditentukan oleh negara-negara anggota dalam sidang Industrial Development Board yang selanjutnya disahkan dalam General Conference.

General Conference adalah organ tertinggi dan bersidang setiap dua tahun sekali. Organ ini memutuskan prinsip-prinsip dan arah kebijakan organisasi setiap dua tahun sekali. Selain itu, organ ini menyetujui anggaran dan program organisasi. General Conference juga mengangkat Direktur Jenderal UNIDO, pimpinan eksekutif tertinggi, setiap empat tahun sekali.

Dipilih dari sekian juta orang sebagai diplomat adalah suatu kehormatan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya, tekadnya dalam hati. Awal mengikuti sidang masa itu, hatinya berontak. Nama Indonesia jarang disebut. Wakil Indonesia ada, tapi seperti tidak ada. Entah karena apa, mungkin UNIDO kurang prioritas masa itu.

Baca juga : Menggapai Asa Di Tengah Prahara

Dia mulai ikut sidang, mencerna isu, mempelajari berbagai dokumen, dan mempersiapkan posisi terkait dengan isu-isu yang akan dibahas. Sesekali dalam sidang mengenai isu-isu yang tidak terlalu sensitif, dia melakukan intervensi - memberikan pandangan dan masukan. Dia mulai aktif dan alhamdulillah nama Indonesia mulai muncul dan diperhitungkan oleh ketua sidang dan delegasi lain.

Sekitar enam bulan kemudian, Kepala Bidang Ekonomi berganti pejabat baru yaitu Pak Budi Bowoleksono yang biasa dipanggil Pak Sonny. Beliau canggih dalam diplomasi, luas jaringannya, sangat supel, dan ini yang jarang dimiliki diplomat lainnya, jago masak dan efektif memperkuat persahabatan melalui kuliner yang dimasak dan disiapkan sendiri. Istrinya, Bu Reshanti, juga sangat supel dan dekat dengan keluarga Tudi.

Pak Sonny setuju dan mendukung penuh Tudi aktif di UNIDO. Beliau membantu mereview konsep intervensi yang akan disampaikan Tudi dalam sidang-sidang terkait UNIDO. "UNIDO ini isunya tidak terlalu sensitif. Kesempatan yang baik untuk latihan," kata Pak Sonny.

Keaktifan di UNIDO juga diikuti dengan hubungan persahabatan yang erat terutama dengan Kelompok Asia, G77, dan Sekretariat UNIDO. Sekitar dua tahun aktif dalam sidang-sidang Task Force Kelompok Asia, Tudi terpilih sebagai Ketua Task Force Kelompok Asia pada 2003 hingga berakhirnya penempatan, yakni 2004.

Peran dan kedekatan informal dengan delegasi lainnya menjadikan posisi Indonesia lebih kuat dan berpengaruh dalam di Kelompok Asia. Beberapa isu yang utama adalah pencalonan dalam keanggotaan di organ PBC atau Programme and Budget Committee dan IDB. Negara-negara Asia berhasil mencapai cleanslate dan Indonesia berhasil duduk dalam kedua organ UNIDO itu.

Selain itu, Indonesia berhasil memperoleh proyek Country Service Framework for Indonesia yang menjadi payung proyek pembangunan Industri Indonesia dan memasukkan konsep tripillar yakni sinergitas pemerintah, pebisnis, dan akademisi dalam resolusi UNIDO.

Baca juga : Lika-Liku Merantau, Kuliah, Dan Teror Polisi Khusus Susu

Banyak negara maju menjadi pionir isu-isu seperti HAM, demokrasi, rule of law, dan seringkali memasukkannya sebagai kondisionalitas dalam kerjasama pembangunan atau kerjasama teknis.

Dengan bergulirnya waktu, nampak jelas posisi atau pandangan itu tidak genuine. Saat ini rakyat Palestina mengalami pembantaian yang sangat keji. Lebih dari 38.000 orang mati yang kebanyakan anak-anak dan wanita warga sipil sejak 7 Oktober 2023. Di manakah para pionir HAM itu?

Keputusan International Court of Justice menyatakan sejumlah pemimpin Israel penjahat perang. Bagaimana rule of law para pionir itu? Mereka malah ada yang menghukum hakim-hakim ICJ karena memvonis bersalah pemimpin Israel yang melakukan kejahatan perang.

Adsense

Rumah-rumah sakit dijadikan target. Demikian juga dengan warga sipil, wanita, dan anak-anak yang merupakan noncombatants. Ini nyata-nyata pelanggaran Konvensi Jenewa tentang Hukum Humaniter. Di manakah para pionir itu?

Pertanyaan-pertanyaan di atas menjadi catatan bagi diplomat yang harus menjadi benteng dan terus menyuarakan keadilan, etika, dan moralitas dalam tatanan dunia.

Setelah tugas di Wina, Tudi selanjutnya ditempatkan di KBRI Den Haag, KBRI Seoul, dan saat ini sebagai Konjen RI Cape Town.

Baca juga : Dari Agen Susu Ke Gerbong Filsafat

Sementara itu, Mas Geng, setelah tugas singkat dalam misi perdamaian PBB di Afsel tahun 1993, meneruskan sekolahnya S2 di American University World Bank.

Selanjutnya tahun 2000-an, dia ditugaskan di KBRI Bratislava, kemudian ke Teheran, Beijing, dan terakhir di KJRI Darwin sebagai Minister Counsellor.

Kedua anak penjual kacang di Kelud Malang yang suka main layang-layang semasa kecilnya itu alhamdulillah akhirnya bisa "terbang".
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense