BREAKING NEWS
 

Diserang Omicron, Yang Divaksin Masih Rendah

Afrika Nunggu Belas Kasihan Negara Kaya

Reporter & Editor :
APRIANTO
Rabu, 8 Desember 2021 07:30 WIB
Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur saat Focus Group Discussion (FGD) bersama Rakyat Merdeka secara virtual, Selasa (7/12/2021). (Foto: YouTube RakyatMerdeka TV)

 Sebelumnya 
“Demikian juga dengan Uni Afrika, terutama melalui CDC (Centers For Disease Control And Prevention) seringkali mengadakan pertemuan dengan pemimpin-pemimpin negara untuk mengimbau memberikan vaksin kepada negara-negara yang ada di benua Afrika,” ujarnya.

Al Busyra bilang, negara-negara di Afrika, terutama di Ethiopia tak terlalu mempersoalkan merek vaksin apa yang mereka terima. Apa saja, welcome.

Tapi untuk membeli, negara-negara di benua hitam itu, nggak kuat. Termasuk Ethiopia, negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia dan berpenduduk terbesar kedua di Afrika. “Kita tahu banyak sekali negara di Afrika ini yang berpendapatan rendah,” imbuhnya.

Baca juga : Serangan Omicron Ganggu Pemulihan Ekonomi Global

Sang Dubes ingat, ketika pertama kali ditugaskan di Ethiopia tahun 2019 lalu, income perkapita di Ethiopia masih di angka 745 dolar AS. Baru belakangan naik menjadi 1.045 dolar AS, sebagaimana dirilis pemerintah setempat sekitar 6 bulan lalu.

“Kelihatannya negara-negara di Afrika sangat mengharapkan bantuan dan dukungan dari negara-negara ekonomi maju yang memiliki capability untuk memberikan vaksin,” nilai sang Dubes.

Ia ingat, bagaimana beberapa pejabat Kementerian Luar Negeri Ethiopia mencolek satu-persatu kedutaan besar yang berkantor di Addis Ababa. “Bertanya ke kami-kami, para Duta Besar negara sahabat untuk mencari kemungkinan apakah bisa mendapatkan bantuan vaksin itu,” bebernya.

Baca juga : Cegah Omicron, Jokowi Minta Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Segera Dilakukan

Sejauh ini, masyarakat Ethiopia khususnya di kota-kota sangat welcome dengan vaksin Covid-19. Meskipun, ada juga yang menolak. “Kalau di desa-desa, daerah pelosok memang masih ada relaksasi karena berbagai pertimbangan, ada yang takut, ya takut efeknya, nggak mau disuntik itu masih ada juga di sini,” pungkasnya.

Lalu bagaimana kondisi keseharian masyarakat di Ethiopia selama pandemi, khususnya sejak munculnya varian baru Omicron? Menurut Al Busyra, tidak banyak yang berubah. Keseharian ekonomi masyarakat berjalan normal. Sejumlah mall-mall bagus di Ethiopia tetap ramai, termasuk pasar tradisionalnya.

“Kafe rame, restoran rame. Malah kita yang was-was masuk mall, kalau-kalau ada yang melanggar prokes,” tukasnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense