Sebelumnya
“Mengecewakan bahwa rencana ini telah dipublikasikan malam ini dan dalam situasi ini saya pikir sudah tepat bagi saya untuk menulis surat pengunduran diri dengan segera,” katanya dalam surat yang diterbitkan oleh Downing Street, seperti dilansir AFP, kemarin.
Frost mengatakan kepada Boris Johnson bahwa dia khawatir tentang arah kebijkan pandemi Covid-19 dan kenaikan pajak.
Baca juga : Omicron Lebih Menular Iya, Tapi Nggak Bikin Parah Lho
“Saya harap kita akan bergerak secepat mungkin ke tempat yang kita butuhkan, yakni ekonomi kewirausahaan yang diatur denganringan, pajak rendah,” tulis Frost dalam suratnya.
“Kita juga perlu belajar hidup dengan Covid dan saya tahu itu naluri Anda juga,” katanya.
Baca juga : Gus Muhaimin: Varian Omicron Jangan Dianggap Enteng
“Anda mengambil keputusan berani pada bulan Juli, melawan oposisi yang cukup besar, untuk membuka negara lagi. Sayangnya kebijakan itu tidak dapat mengubah situasi, seperti yang saya harapkan, dan saya yakin Anda juga melakukannya,” sambung Frost.
Dengan mundurnya Frost, posisi Boris Johnson kian terjepit. Sebelumnya, Johnson membuat marah anggota parlemen dari partainya sendiri terkait kebijakan Covid-19.
Baca juga : Kematian Harian Di Bali Masuk 3 Besar, Kasus Positif Tertinggi Di Jawa Timur
Dukungan untuk PM Johnson merosot dalam berbagai jajak pendapat. Bahkan, dia menghadapi seruan untuk mengundurkan diri terkait laporan pelanggaran aturan Corona oleh dirinya dan para stafnya saat Natal tahun lalu. Yakni, menggelar pesta Natal di Downing Street, kantor PM Inggris. Pemerintah PM Johnson dituding menerapkan standar ganda. Karena, ia meminta warga membatalkan acara sosial saat Corona merajalela. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.