Sebelumnya
Banyak warga Selandia Baru mengkritiknya karena terlalu keras terhadap kedatangan internasional yang datang ke negara itu. Padahal mereka sudah dengan vaksinasi penuh.
Baca juga : Airlangga-Dubes Selandia Baru Bahas Peluang Kerja Sama Perdagangan Sampai Energi
Selandia Baru awalnya berencana mulai melonggarkan kontrol perbatasan bulan lalu dan dibuka kembali sepenhnya pada bulan April. Tetapi langkah itu tertunda karena varian Omicron muncul.
Baca juga : Lawan Persela, Singo Edan Bertekad Jaga Mahkota
"Strategi kami dengan Omicron adalah memperlambat penyebaran, dan perbatasan kami adalah bagian dari itu," tambahnya, merujuk pada varian virus yang sangat menular yang saat ini merajalela di seluruh dunia.
Baca juga : 3M Bukan Sekadar Jargon
Selandia Baru memiliki beberapa kontrol perbatasan terketat di dunia selama dua tahun terakhir, ketika pemerintah berusaha mencegah virus corona. Kebijakan-kebijakan itu sebagian besar berhasil. Sebagai negara berpenduduk lima juta orang, Selandia Baru sejauh ini mengalami sekitar 17.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dan hanya 53 kematian.[MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.