BREAKING NEWS
 

Butuh Rp 11,25 Kuadriliun, PM Shmygal Desak Oligarki Rusia Bantu Pemulihan Ukraina

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 5 Juli 2022 08:06 WIB
PM Ukraina Denys Shmygal (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Ukraina Denys Shmygal menegaskan, pihaknya perlu duit yang tidak sedikit dalam upaya pemulihan negara, yang luluh lantak diserang Rusia sejak 24 Februari. Angkanya, bisa tembus 750 miliar dolar AS atau Rp 11,25 kuadriliun.

Karena itu, Shmygal tak akan segan meminta para oligarki Rusia, turun tangan menanggung biaya pemulihan tersebut.

"Sumber utama pemulihan seharusnya adalah aset yang disita dari Rusia dan oligarkinya," kata Shmygal dalam konferensi di Lugano, Swiss, Senin (4/7).

Dia menyebut, nilai aset Rusia yang dibekukan, kira-kira setara 300-500 miliar dolar AS (Rp 4,5 - 7,5 kuadriliun).

Baca juga : Kemendagri Ancam Stop Dana Transfer Daerah

"Perang berdarah ini adalah ulah Rusia. Merekalah yang menyebabkan kehancuran besar-besaran ini. Karena itu, mereka harus bertanggung jawab," tegas Shmygal.

Selama ini, Rusia mengatakan, perang di Ukraina adalah bentuk operasi militer khusus, yang dimaksudkan untuk mendemiliterisasi tetangga selatannya, dan melindungi orang-orang berbahasa Rusia, yang disebut sebagai para nasionalis.

Namun, Ukraina dan sekutu Baratnya mengatakan, pernyataan tersebut adalah dalih tak berdasar, untuk agresi mencolok yang bertujuan merebut wilayah.

Didukung Inggris

Baca juga : Gus Halim: Data Desa Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa

Pernyataan Shmygal soal biaya pemulihan Ukraina yang harus ditanggung oligarki Rusia, digaungkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss.

Adsense

Dia setuju, Rusia harus bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan oleh perang mengerikan. Saat ini, Kiev butuh bantuan untuk membangun kembali ekonominya yang hancur.

"Kami sedang mencari opsi untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan," kata Truss kepada Reuters di sela konferensi, Senin (4/7).

"Kami juga memastikan, upaya pemulihan ekonomi Ukraina dengan memuluskan ekspor gandum keluar Odesa, serta mendukung kegiatan industri dan bisnis berjalan lancar," lanjutnya.

Baca juga : Bamsoet Pede, Vespa World Days 2022 Bantu Pemulihan Ekonomi Bali

Upaya itu juga mencakup asuransi pengiriman dan persenjataan yang memadai, untuk melindungi pelabuhan-pelabuhan yang mengekspor biji-bijian.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense