Sebelumnya
Dia mengatakan, jembatan itu dibangun untuk menghindari transit warga Rusia ke wilayah Ukraina. Setelah jembatan itu dibangun, Crimea bisa langsung diakses dari dan menuju Rusia.
Menurutnya, serangan terhadap jembatan itu telah melanggar semacam garis merah yang telah ditetapkan. Rusia, kata dia, tidak pernah menargetkan objek infrastruktur transportasi terhadap Ukraina.
“Kami tidak dapat mentolerir serangan teroris di wilayah Rusia mana pun,” tegasnya. Dia menegaskan, serangan balik yang terjadi belakangan ini ke Ukraina merupakan jawaban atas insiden ledakan di Crimea.
Baca juga : Presiden Putin Ancam Serangan Lebih Parah
“Ukraina berperilaku sebagai negara teroris dan tentu saja kami tidak bisa mengabaikan ini,” tandasnya.
Referendum
Pada kesempatan itu, Vorobieva juga menjelaskan, belum lama ini referendum digelar di empat wilayah Ukraina, yang merupakan keinginan mayoritas warga di wilayah tersebut. Yakni Donetsk, Luhansk, wilayah Zaporizhia, dan Kherson. Sebetulnya, keempat wilayah itu sudah menyatakan kemerdekaannya sejak 2014. Tapi, keinginan tersebut tidak digubris Ukraina.
Baca juga : Sentuhan Dan Pelukan Ternyata Menyehatkan, Bikin Orang Nggak Gampang Stres
Menurutnya, hasil referendum menyatakan mayoritas warga di keempat wilayah tersebut memang menginginkan bergabung dengan Rusia.
Rinciannya, 98 persen populasi Luhansk setuju kembali dan bergabung dengan Rusia. Lalu 99 persen di Donetsk, 87 persen di wilayah Kherson, dan 83 persen populasi di wilayah Zaporizhia, ingin bergabung dengan Rusia.
Dia menegaskan, referendum itu tidak ilegal seperti yang dituduhkan negara-negara Barat. Dia juga menyebut sangatlah tidak mungkin memaksa 8 juta orang menyetujui referendum tersebut. “Ini keinginan warga di empat wilayah tersebut,” pungkasnya.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.