Dewan Pers

Dark/Light Mode

Setelah Nyatakan Siap Nyapres

Sandi Diledek Orang-orang Prabowo

Jumat, 2 September 2022 07:11 WIB
Sandiaga Uno. (Foto: Ist)
Sandiaga Uno. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pernyataan Sandiaga Uno yang siap nyapres bikin geger dunia perpolitikan. Pasalnya, partainya dia: Gerindra sudah mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai capres. Gara-gara sikapnya ini, Sandi diledek orang-orang Prabowo.

Sandi mantap menyatakan kesiapannya maju sebagai capres, setelah PPP Cabang Yogyakarta menggelar karpet merah bagi pengusaha sekaligus politisi berdarah Gorontalo-Jawa ini pada Selasa (30/8) lalu.

PPP Yogyakarta menggandeng ulama setempat menggelar deklarasi dukung Sandi sebagai capres 2024. Saat ditanya kesiapannya, Sandi menjawab singkat. “Siap”

Soal dengan siapa dia akan bertarung di Pilpres 2024, Sandi bilang itu urusan partai. Demokrasi di Indonesia, capres dan cawapres yang akan maju harus diusung oleh parpol maupun gabungan parpol.

"Saya serahkan kepada parpol. Pengalaman sebelumnya, parpol-lah yang akan menentukan pilihannya. Dan, politik Indonesia semakin dewasa, semakin bijaksana," tambah Sandi.

Lebih lanjut, kata dia, pasangan capres-cawapres akan ditentukan oleh partai pada September nanti. "Apa yang dibutuhkan masyarakat nanti akan dituangkan oleh parpol dalam penentuan calon atau bakal calon di bulan September," ujarnya.

Berita Terkait : Muzani: Capres Gerindra Tunggal, Prabowo Subianto!

Sandi bukan orang baru di politik, kesiapannya itu tentu diambil dengan penuh perhitungan. "Di politik itu saya belajar jangan terlalu berandai-andai. Enggak boleh terlalu baperan, semuanya dijalankan penuh keikhlasan," imbuhnya.

Banyak yang mengartikan kesiapan Sandi nyapres itu sebagai sikap nekat dan melawan Prabowo. Sandi merupakan kader Gerindra, dimana Prabowo jadi ketua umumnya. Dia juga pernah jadi cawapres Prabowo pada Pilpres 2019.

Padahal, sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, Sandi akan menolak pinangan partai manapun untuk nyapres. "Pak Sandi orang yang loyal dan setia kepada partai dan Pak Prabowo," kata Muzani kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (16/8) lalu.

Sikap Sandi ini tak bisa dipandang sebelah mata. Karena ia punya modal politik, berupa tingkat elektabilitas dan popularitasnya yang terbilang lumayan seperti dirilis sejumlah lembaga survei.

Selain itu, kekuatan finansialnya juga tidak sedikit. Duit Sandi berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) di April 2022 mencapai Rp 10,62 triliun. Meskipun belum punya partai, dengan harta sebanyak itu tentu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) ini bakal punya nilai tawar tersendiri di hadapan pemilik partai untuk memberinya tiket.

Tak pelak, elit Gerindra pun tak tinggal diam. Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Ahmad Dasco mengatakan di satu sisi partainya tak bisa melarang keinginan Sandi untuk nyapres. Tapi di sisi lain, Dasco bicara soal etika.

Berita Terkait : Sandiaga Siap Nyapres, Relawan RSI Happy

"Kami kan enggak bisa melarang kalau hak politik seseorang mau maju. Tapi kan kemudian nanti, ada aturan dan etika-etika yang bersih gitu," sentil Dasco, kemarin.

Ia mengaku, tak tahu apa alasan Wakil Ketua Dewan Pembina partainya itu, akhirnya mau nyapres. Menurutnya hal itu hanya Sandi yang tahu. 

"Soal penjajakan-penjajakan itu, ya mungkin karena Pak Sandi pengen, coba menjajaki dan karena dia sudah siap tentunya akan ada langkah politik yang diambil oleh Pak Sandi," nilainya.

Sindiran lebih pedas datang dari Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa. Kata Desmond, kartu anggota Gerindra Sandi mungkin sudah digigit tikus.

"Jangan-jangan kartu anggota Gerindranya dimakan tikus, kalau udah dimakan tikus jadi dia merasa bukan anggota Gerindra lagi, jadi dia mau aja dicalonkan oleh PPP, atau sudah pindah partai, kan kita nggak ngerti," kata Desmond.

Ia juga tak sungkan-sungkan menyebut Sandi tak berperan penting di Gerindra. Bukan pendiri, bukan pula pejuang, katanya. Desmond bahkan mengaku senang jika Sandi pindah ke partai lain.

Berita Terkait : Sandi Nekat Melawan Prabowo

"Saya cuma melihatnya biasa saja kaya anak kecil main jelangkung-jelangkungan," sentilnya.

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sugiono merespons, sikap Sandi secara elegan, tapi menusuk. Ia mempersilahkan, Sandi angkat kaki dari Gerindra. "Jika merasa partai Gerindra sudah tidak muat lagi buat dirinya, beliau punya hak mencari alternatif partai politik lain untuk bernaung," ucap Sugi.

Lalu apa kata pengamat soal sikap Sandi? Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, sikap Sandi yang berbeda dari keputusan partai sah-sah saja. "Sandi kan nggak Gerindra-Gerindra amat. PPP dan PAN masih terbuka untuk Sandi, bener lah dia sudah," kata Hensat tadi malam.

Ia juga yakin Sandi tidak akan dipecat oleh Prabowo, meskipun sudah pasang kuda-kuda untuk melawannya. “Nggak akan dipecat, Sandi kan termasuk rencana B nya Gerindra, cadangannya Prabowo," sambungnya.

Sementara pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai kesiapan Sandi siap nyapres sebagai sikap indisipliner sebagai kader Gerindra, sanksinya berat. Bisa langsung dipecat.

"Indisipliner itu kalau di dalam tentara. Apalagi Gerindra itu kan partai Tentara. Kalau mau nyapres di luar Gerindra, aturan partai bisa kena sanksi," nilai Ujang.