BREAKING NEWS
 

Varian Omicron XBB Picu Ledakan Kasus Di Malaysia

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Senin, 31 Oktober 2022 19:48 WIB
Ilustrasi virus Omicron XBB. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) mengatakan telah mendeteksi empat kasus Covid-19 subvarian Omicron XBB, yang diduga berperan memicu gelombang kecil di negara tersebut.

“Kita berpandangan bahwa tren (peningkatan kasus COVID-19) masih akan didorong oleh penularan varian Omicron. Dan kita meneliti bahwa yang menyebabkan peningkatan kasus adalah subvarian XBB yang telah menyebabkan peningkatan gelombang di Singapura baru-baru ini,” kata Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin dalam keterangan pers di Putrajaya, Senin (31/10).

Singapura baru saja melewati gelombang XBB, yang memakan waktu 3-4 minggu sebelum kasus penularan COVID-19 di sana menurun.

Baca juga : Varian XBB Picu Lonjakan Kasus Positif Dan Kematian Covid-19 Di Jakarta

Berdasarkan hasil penelitian genom, Institut Penelitian Medis telah mendeteksi empat kasus XBB di Malaysia, yang terdiri dari tiga pasien laki-laki dan satu perempuan dengan usia 25-51 tahun.

Keempatnya merupakan warga negara Malaysia dan dikelompokkan sebagai pasien kategori 2, yaitu mengalami gejala demam dan sakit tenggorokan ringan.

Adsense

Mereka menjalani isolasi selama seminggu, dan kontak dekat juga sudah terkawal, kata Khairy.

Baca juga : Panas Bumi Bisa Disulap Jadi Katalis Dekarbonisasi

Menurut dia, satu dari empat pasien tersebut merupakan kasus infeksi berulang.

Ia mengatakan subvarian XBB dikenal sama dengan varian-varian sebelumnya, tetapi dapat menjangkiti lagi pasien COVID-19 yang sudah sembuh.

Saat ini, KKM sedang mengkaji berdasarkan data yang ada di Singapura, apakah infeksi berulang oleh XBB terjadi lebih cepat atau tidak.

Baca juga : Jubir Covid-19: Waspada, Varian Baru Selalu Picu Lonjakan Kasus

Khairy sebelumnya mengatakan gelombang penularan COVID-19 akan datang dan pergi, jumlah kasus akan pasang dan surut, dan mungkin beberapa minggu ke depan trennya akan meningkat.

Meski penggunaan masker tidak lagi diwajibkan dan bersifat sukarela, kata dia, sekarang ini masyarakat sangat dianjurkan untuk menggunakannya, terutama di kawasan tertutup yang sesak pengunjung dan bagi mereka yang berisiko tinggi, seperti warga berusia 50 tahun ke atas atau pengidap penyakit kronis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense