Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Genjot Kualitas Layanan JKN, BPJS Kedepankan Kolaborasi dan Digitalisasi
Sabtu, 15 Oktober 2022 08:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sembilan tahun mengelola dan memberikan layanan kepada peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan.
Salah satunya melalui kolaborasi dengan stakeholder dan penerapan digitalisasi layanan kesehatan, khususnya dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes). "Kolaborasi ini diharapkan memantapkan kerja sama dalam meningkatkan pelayanan kepada peserta melalui pengembangan dan inovasi digital," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti dalam Media Workshop BPJS Kesehatan di RS Bali Mandara, Denpasar, Bali, Rabu (12/10).
Dilanjutkan Gufron, BPJS Kesehatan juga terus bersinergi dengan Kementerian Kesehatan dan asosiasi fasilitas kesehatan seperti Perhimpunan Seluruh Rumah Sakit Indonesia (PERSI) untuk mendorong penerapan digitalisasi di fasilitas kesehatan.
Bagi faskes yang belum siap dalam penerapan digitalisasi, BPJS Kesehatan siap membantu dan mempersilahkan faskes untuk memanfaatkan sistem yang sudah dimiliki BPJS Kesehatan.
Baca juga : DPW PAN Kalimantan Selatan Deklarasi Ganjar Capres 2024
Ghufron menambahkan, penerapan digitalisasi layanan bisa menjadi nilai tambah baik bagi rumah sakit (RS) maupun BPJS Kesehatan.
"Karena itu, kami sangat terbuka menerima masukan dari stakeholder terkait maupun mitra fasilitas kesehatan untuk bersama-sama mengembangkan sistem digitalisasi agar dapat memberikan kemudahan dan manfaat lebih kepada peserta JKN," ujar Gufron.
Ketua PERSI Bambang Wibowo mengungkapkan, kondisi di lapangan saat ini variasi RS sangat lebar. Ada RS yang sangat maju dan ada yang masih kurang.
Tidak hanya sarana prasarana dan sumber daya manusia, tetapi juga pemanfaatan teknologi informasi.
Baca juga : Kemenkominfo Dan Kemendagri Berikan Literasi Digital ASN Banten
“PERSI melakukan survei maturitas teknologi informasi dengan sampel sebanyak 500 RS, bahwa masih ada 8 persen RS yang belum menerapkan teknologi informasi. Selain itu baru 12 persen dari sampel 500 RS yang memiliki rekam medik elektronik," ujar Bambang.
Namun begitu, pihaknya sangat mengapresiasi upaya BPJS Kesehatan untuk mendorong RS meningkatkan kualitas layanan melalui sistem digitalisasi.
"Tentu dengan semakin pendeknya waktu layanan, kami berharap bukan hanya waktunya yang menjadi target, tapi kualitas layanan juga harus didorong. Saat ini yang menjadi sorotan adalah waktu tunggu di layanan farmasi,” kata Bambang.
Untuk itu, lanjut dia, PERSI terus membangun sinergi bersama dengan BPJS Kesehatan dalam hal penetapan indikator kualitas layanan.
Baca juga : Amran Dan Ganjar Kolaborasi Jaga Ketahanan Pangan
"Dengan adanya penetapan indikator kualitas layanan, kita melihat sudah ada peningkatan optimalisasi layanan dari rumah sakit," ujar Bambang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya