Sebelumnya
Epidemiolog Wu Zunyou berpendapat, kebijakan pembatasan dicabut lebih awal. Ia memperkirakan 250 ribu orang akan meninggal. Hanya saja, proporsi pasien yang sakit parah turun sebesar 0,18 persen dari kasus yang dilaporkan. Dari sini, lanjutnya, bisa terlihat tingkat kematian perlahan turun
Tidak bisa dipastikan bahwa antrean permintaan kremasi ini akibat kenaikan kasus Covid. China belum memberikan laporan secara resmi angka kematian akibat Covid-19 sejak 7 Desember 2022, saat aturan ketat nol Covid-19 dicabut.
Baca juga : Kemendagri Siapkan Strategi Bangun Budaya Antikorupsi
Namun Komisi Kesehatan Nasional melaporkan, tidak ada perubahan angka resmi kematian, yakni 5.235 kasus sejak pandemi muncul di 2019.
Data kasus Covid-19 yang minim memicu perdebatan di media sosial. Orang-orang tidak bisa menemukan angka pasti perihal kematian, pasien rawat inap dan pasien yang sakit parah.
Baca juga : Cabuli 4 Pasien Pria Di Selandia Baru, Dokter Asal Malaysia Dideportasi
“Mengapa statistik ini tidak da￾pat ditemukan? Apa yang terjadi? Apakah mereka tidak menghitungnya atau mereka tidak mengumumkannya?” tanya seorang pengguna media sosial China.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.