Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kembali Dibela Menteri Dan Anggota DPR

Terawan Selamat Apa Kali Ini Tamat

Senin, 28 Maret 2022 07:30 WIB
Mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto. (Foto: Istimewa).
Mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - SETELAH dipecat dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Terawan Agus Putranto banjir dukungan. Di dunia nyata, Terawan dibela menteri hingga anggota DPR. Di dunia maya, rame tagar dukungan terhadap eks Menteri Kesehatan itu. Dulu, Terawan pernah dipecat juga oleh IDI, tapi “dianulir” karena banyak yang membela. Apakah kali ini Terawan akan selamat lagi? Atau tamat?

Sejak memperkenalkan terapi Cuci Otak, hubungan Terawan dengan IDI memang tidak baik. Pada tahun 2018, IDI pernah menjatuhkan sanksi pemecatan sementara terhadap Terawan. Namun, saat itu, Terawan mendapat dukungan dari sejumlah pejabat publik hingga bos-bos parpol.

Berita Terkait : Bertemu Menteri Kehakiman Filipina, Yasonna Tegaskan Perlindungan Warga Keturunan

Sanksi IDI itu makin meredup, setelah Terawan ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri Kesehatan tahun 2019. Sejak saat itu, perseteruan antara eks Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) dengan IDI, nyaris tidak terdengar.

Hubungan Terawan dan IDI kembali memanas, setelah eks Ketua Tim Dokter Kepresidenan itu, didepak dari kabinet. Puncaknya, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI di Aceh, Jumat (25/3), mencopot secara permanen keanggotaan Terawan di IDI.

Berita Terkait : Tampil Memukau, Puan Dianggap Panutan Anggota Parlemen Dunia

Namun, seperti sebelumnya, Terawan kembali banjir dukungan. Yang membela Terawan juga bukan lagi tokoh sembarangan. Mulai dari Menko Polhukam Mahfud MD, hingga mayoritas anggota Komisi IX DPR yang membidangi masalah kesehatan dan tenaga kerja, menyuarakan pembelaannya.

Anggota Komisi IX DPR, Lucy Kurniasari menilai, pemecatan terhadap Terawan berlebihan dan tak proporsional. Menurut politisi Demokrat itu, IDI seharusnya memberi peringatan dulu, bukan langsung pecat permanen.

Berita Terkait : Puan: Keputusan Majelis IPU Ikut Tentukan Nasib Dunia

“Terawan seharusnya cukup diberi peringatan dan pembinaan agar dapat memperbaiki kesalahan etik,” ujar Lucy.

Lucy menilai, keputusan IDI ini bakal menjadi preseden buruk bagi profesi kedokteran di Tanah Air. “Para dokter dikhawatirkan akan takut melakukan inovasi di bidang kesehatan yang tidak sesuai dengan pakem yang lazim di dunia kedokteran,” ujarnya.
 Selanjutnya