Sebelumnya
Saat ini, di bawah koordinasi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan Kemlu, Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan bantuan kemanusiaan tahap berikutnya.
Bantuan kemanusiaan tersebut, antara lain berupa pengiriman Tim Medium Urban Search and Rescue Basarnas, Tim Kesehatan dari Kementerian Kesehatan, TNI dan Polri serta bantuan lainnya yang sedang diidentifikasi sesuai kebutuhan. Bantuan itu akan diberangkatkan dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi WNI
Baca juga : Pemprov DKI Gandeng ESDM Audit Energi Bangunan Gedung
Sejauh ini, tim KBRI Ankara telah mengevakuasi 123 orang, dari sebelumnya 104 orang. Termasuk dua warga Malaysia dan satu warga Myanmar.
Pada umumnya, kata Dubes Iqbal, tempat tinggal atau asrama hancur. Sementara penampungan yang disediakan otoritas setempat sudah penuh. Menurutnya, untuk sementara mereka akan ditampung di kediaman Dubes RI untuk Turki, Wisma Duta Ankara.
“Di sana mereka bisa tinggal dalam waktu yang cukup lama,” ujar mantan Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu itu.
Baca juga : Ganjar Siap Kirimkan Bantuan Untuk Korban Gempa Papua
Sementara, jumlah WNI yang luka berjumlah 10 orang, 4 orang sudah ditangani di rumah sakit setempat di Kahramanmaras (1) dan Hatay (3), 6 orang pekerja spa therapist di Hatay mengalami patah tulang dan tidak dapat tertampung di rumah sakit setempat sehingga dievakuasi ke Ankara.
Sementara, WNI bernama Nia Marlinda asal Bali dan seorang anaknya yang berusia satu tahun serta suaminya warga Turki di Provinsi Kahramanmaras, ditemukan meninggal dunia tertimbun reruntuhan. Pihak KBRI Ankara telah mengabarkan berita duka tersebut kepada pihak keluarga dan Nia akan dimakamkan di Kahramanmaras.
KBRI Ankara menyebut, ada sekitar 6.500 WNI yang terdata tinggal di seluruh Turki. Sebagian besar WNI tersebut adalah pelajar dan mahasiswa. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 500 orang tinggal di area gempa dan sekitarnya.***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.