Sebelumnya
Tak hanya sekutu NATO yang terseok-seok memenuhi pasokan senjata. Dilansir dari Iiss.org, laman thinktank yang berbasis di London, Inggris, Kamis (16/2), Rusia juga tertekan. Disebutkan, Rusia kemungkinan telah kehilangan 40 persen armada tanknya setelah sembilan bulan bertempur. Perkiraan ini meningkat menjadi 50 persen untuk beberapa tank utama sehingga memaksa Rusia menggunakan stok tank tua.
Baca juga : MedcoEnergi Bantu Pemerintah Genjot Produksi Migas Nasional
“Produksi industri (pertahanan) terus berlanjut tetapi lambat, memaksa Moskow untuk mengandalkan senjata lama yang tersimpan sebagai pengganti kekurangan,” ujar Direktur Jenderal IISS John Chipman.
Baca juga : Kodam IM Ungkap Kasus TPPO Rohingya, Komisi I DPR Beri Jempol
Kerugian yang dialami Rusia kehilangan setidaknya 1.700 tank utama. Sementara, Rusia diperkirakan masih memiliki sekitar 5.000 tank. Tetapi sebagian besar merupakan tank era Uni Soviet yang sudah tua dengan kualitas rendah.
Baca juga : Koalisi, Ambisi & Strategi
Lebih lanjut, perlawanan Angkatan Bersenjata Ukraina dinilai terbukti menjadi kunci yang membuat Rusia kehilangan banyak tank dan persenjataan militer. Ditambah lagi, dukungan tiada henti dari negara-negara Barat juga menjadi faktor yang mempengaruhi pertahanan Ukraina. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.