BREAKING NEWS
 

Meski Demo Tolak Pensiun Berujung Rusuh

Prancis Masih Terkendali, Belum Mengarah Revolusi

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 31 Maret 2023 04:39 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto Michel Euler/Associated Press)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan perpanjangan usia pensiun di Prancis, menuai protes yang berujung kekerasan. Tak kurang dari 3,5 juta warga se-antero Prancis berunjuk rasa dalam dua bulan terakhir.

Presiden Prancis Emmanuel Macron meyakini, sistem pensiun perlu direformasi, demi mencegah defisit anggaran negara 10 tahun ke depan. Dengan menunda usia pensiun dan memperpanjang periode pembayaran manfaat pensiun, diharapkan sistem pensiun Prancis akan berpeluang mencapai titik impas pada 2030.

Baca juga : Mentan: Kenaikan Harga Beras Masih Terkendali

”Memangnya Anda pikir saya senang dengan keputusan ini? Ini keputusan sulit dan tidak populer, tapi harus kita ambil. Karena jika dibiarkan berlarut-larut, akan semakin gawat,” kata Macron dalam wawancara dengan stasiun televisi TF1 dan France2, Rabu (22/3) malam waktu setempat.

Macron ngotot, penting bagi negara untuk segera mengesahkan Undang-Undang Reformasi Pensiun. Pemerintahan eksekutif telah menggolkan UU itu di Parlemen dengan memakai pasal 49:3 dalam Undang-Undang Dasar Prancis. Ini adalah hak istimewa eksekutif dapat mengesahkan aturan, meski kalah suara di legislatif.

Baca juga : Bulog Klaim Terus Serap Beras Petani

UU Pensiun ini masih harus dibahas di Mahkamah Konstitusi Prancis. Pemerintahan Macron juga lolos dari dua kali mosi tidak percaya dalam dua pekan ini. Mosi terakhir menyasar Perdana Menteri Elisabeth Borne.

Oposisi dan serikat pekerja mengecam serta menolak UU Pensiun tersebut karena dianggap tidak adil.

Baca juga : Mas Menteri: Merdeka Belajar Cetak Inovasi

”Saya memahami banyak yang merasa dirugikan. Kenapa rakyat yang menanggung beban, sementara perusahaan mengeruk untung? Percayalah, Pemerintah akan memastikan semua perusahaan berkontribusi ke dalam sistem kesejahteraan sosial,” kata Macron.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense