RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi baru saja bertemu Menlu Slovenia dan Luksemburg di Jakarta. Mereka membahas isu sawit, hingga kerja sama kesehatan.
Pada Rabu (24/5), Retno bertemu Menlu Slovenia, Tanja Fajon dan kemarin siang bertemu Menlu Luksemburg, Jean Asselborn. Kedua menlu ini sama-sama disambut dan diterima di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri Jakarta, untuk berbincang dan mendiskusikan kerja sama bilateral.
Baca juga : KAI Promosikan Produk Unggulan UMKM Ke Daerah
Dari dua pertemuan tersebut, Retno menyinggung isu regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR). Dalam konferensi persnya kemarin, Retno menyampaikan keprihatinan Indonesia atas kebijakan baru Uni Eropa mengenai deforestasi.
“Isu ini saya singgung pada kedua menteri,” ujar Retno. Menlu perempuan pertama RI itu menjelaskan, Indonesia, di bawah Pemerintahan Presiden Joko Widodo menilai, aturan EUDR berpotensi mengucilkan produk sawit dan beberapa hasil perkebunan yang menjadi andalan ekspor Indonesia ke Eropa.
Baca juga : Jokowi Protes Uni Eropa
Indonesia dan Malaysia, bahkan sepakat menilai, regulasi deforestasi tersebut diskriminatif dan akan berdampak negatif pada akses pasar sejumlah komoditas, terutama kelapa sawit ke Uni Eropa.
“Misi Gabungan Indonesia dan Malaysia akan berkunjung ke Brussels akhir Mei ini untuk membahas situasi ini,” ujar Retno memberi bocoran.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.