BREAKING NEWS
 

Rayakan Hari Solidaritas Kashmir dan Hari Pertahanan Pakistan

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 9 September 2019 04:11 WIB
Dubes Abdul Salik Khan memberikan pemaparan mengenai kondisi terkini di Kashmir dalam perayaan Hari Solidaritas Kashmir dan Hari Pertahanan Pakistan, Jumat (6/9).

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Abdul Salid Khan kembali meminta dukungan Indonesia untuk mengangkat isu Kashmir di sidang Dewan Keamanan PBB. Permintaan ini disampaikan Dubes Khan dalam perayaan Hari Pertahanan dan Hari Solidaritas Kashmir yang diadakan di Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta, Jumat (6/9).

Dalam event ini, Dubes Khan kembali menggambarkan tindakan semena-semena India kepada warga di Kashmir. “Kita berkumpul di sini untuk memberikan penghormatan kepada para syuhada negara dan untuk menegaskan kembali komitmen untuk mempertahankan tanah air dari ancaman,” ujar Dubes Khan.

Baca juga : Tinggalkan Papua, Tito dan Hadi Dilepas dengan Senyuman

“Hari ini, kita menandai 54 tahun perang Pakistan-India yang terjadi pada 1965 ketika pasukan Pakistan dengan gagah berani mempertahankan negara dari serangan militer India,” lanjutnya.

Adsense

Perang ini pula, katanya, yang membuat Kashmir direbut India dari Pakistan. “Kami ingin Indonesia, sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim yang siap membela hak asasi manusia di seluruh dunia, memberikan bantuan kepada Pakistan yang telah menjadi mitra terbaik,” harapnya.

Baca juga : Mola TV Kuasai Hak Siar Pertandingan Sepakbola Nasional

Menurut Dubes Khan, Indonesia yang merupakan anggota tidak tetap DK PBB memiliki peran krusial di kancah global. Indonesia berkali-kali menggiring perhatian dunia akan permasalahan di Palestina, Rohingya, keterlibatan pasukan penjaga perdamaian di Lebanon dan Afghanistan.

“Kami harap bisa memperoleh dukungan Indonesia terkait permasalahan Kashmir di DK PBB. Perdana Menteri kami telah menelepon Presiden Jokowi dan memintanya untuk mendukung Pakistan,” jelasnya.

Baca juga : Universitas Perwira Purbalingga Awali Perkuliahan Pekan Depan

Kedua menteri luar negeri juga sudah saling bertukar pikiran mengenai masalah ini. Sebelumnya, Pemerintah Pakistan meminta Dewan Keamanan PBB untuk melakukan pertemuan yang membahas keputusan India dalam mencabut otonomi khusus Kashmir dan Jammu. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense