Sebelumnya
Dubes Ali bersyukur, kampus-kampus di Sudan membuka kelas online. Pasalnya, mahasiswa asing, termasuk dari Indonesia, yang sudah kembali ke negara asalnya bisa kembali meneruskan studi.
“Alangkah baiknya jika mereka bisa lulus sesuai jadwal. Saya senang mendengar kabar kelas online sudah berjalan dengan baik,” sambung Dubes yang baru bertugas awal tahun ini.
Konflik di Khartoum Sudan pecah pada 15 April, ketika tentara dan milisi RSF bersaing untuk mendapatkan kekuasaan. Sedikitnya, 3 juta orang harus meninggalkan rumah mereka, termasuk lebih dari 700 ribu orang yang melarikan diri ke negara-negara tetangga seperti Chad, Mesir hingga Ethiopia.
Sejak pertempuran dua kubu pecah di Sudan, sejumlah negara sahabat mengirimkan bantuan. Banyak yang menjanjikan bantuan agar Sudan segera bangkit dari konflik ini. Sayang, kelompok bertikai justru membuat situasi makin runyam dan menyulitkan rakyat sipil untuk kembali beraktivitas seperti biasa.
Baca juga : Terima Pemuda Batak Bersatu, Bamsoet Ajak Rawat Persatuan & Kesatuan Bangsa
Dubes Ali mengabarkan, dia terus berkomunikasi dengan Duta Besar Indonesia di Sudan, Sunarko.
“Saya sering kontak dengan beliau. Sangat bersyukur Pak Sunarko dan staf di Khartoum aktif memberi bantuan pada warga di sekitar KBRI. Mereka juga sudah membantu memulangkan WNI kembali ke Indonesia,” jelasnya.
Bantuan Indonesia Untuk Sudan
Dubes Ali mengaku belum mendapat kabar adanya pengiriman bantuan secara resmi dari badan Pemerintah Indonesia.
“Tapi saya lihat ada beberapa organisasi non pemerintahan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Sudan. Kami sangat berterima kasih,” tuturnya.
Baca juga : Presiden Jokowi Jenguk Cak Nun Di Yogyakarta, Jumpai Novia Dan Sabrang
Dia yakin, rakyat Indonesia terus membantu Sudan baik secara moral maupun materil meski dia tidak mengetahui detailnya.
“Indonesia itu saudara Sudan. Kita sudah saling dukung sejak kita sama-sama belum merdeka,” bebernya.
Karena itu, Dubes Ali tidak memusingkan mengenai berapa besar bantuan Indonesia ke Sudan.
“Kementerian Luar Negeri Indonesia terus memperbarui informasi dengan kami. Bapak Abdul Kadir Jailani, Direktur Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika, kerap menghubungi saya,” sambungnya.
Baca juga : Aneka Cara Kreatif Cinta Laura dan Zagy Berian Atasi Sampah Dan Kurangi Emisi
Dia berharap, konflik internal ini segera selesai agar Sudan bisa kembali bangkit.
“Saat konflik selesai, kami berharap investor Indonesia bisa datang berbondong-bondong ke Sudan dan bantu kami bangkit dan berkembang. Terutama untuk sektor infrastruktur,” harapnya.
Jika Pemerintah Indonesia akan segera mengirimkan bantuan ke Sudan dalam waktu dekat, lanjut Dubes Ali, dia berharap bantuan berupa perlengkapan medis dan obat-obatan menjadi prioritas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.