Sebelumnya
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) disebut menjadikan penyelesaian isu Palestina-Israel sebagai syarat pengakuan kedaulatan Israel oleh Arab Saudi.
Penguasa de facto Arab Saudi itu dilaporkan, tidak akan membuat kesepakatan apa pun dengan Israel selama masalah Palestina tidak diselesaikan. Selain itu, seperti diungkapkan beberapa pejabat AS, akses pada teknologi nuklir dan aneka persenjataan mutakhir AS adalah salah satu syarat yang diajukan Arab Saudi.
Baca juga : Segera Bendung, Jangan Dibiarkan!
Syarat lain, Washington mau memberikan payung keamanan kepada Riyadh, seperti yang diberikan AS kepada Israel, Jepang, dan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Dengan payung keamanan tersebut, serangan kepada Arab Saudi dapat dianggap sebagai serangan terhadap AS. Riyadh juga meminta masalah Palestina diselesaikan. Jika tuntutan itu dipenuhi, Arab Saudi bisa berdamai dengan Israel.
Baca juga : Terima Kunjungan Menhan Saudi, Prabowo Ngarep Kerja Sama Pertahanan Diperkuat
Sebelumnya, Israel menjalin hubungan diplomatik dengan tiga negara Arab, termasuk Uni Emirat Arab, pada 2020. Itu sekaligus mengakhiri tahun-tahun isolasi di dunia Arab, dan menimbulkan spekulasi bahwa Saudi akan menjadi negara berikutnya.
Pemerintah AS Biden kini telah menjadikan normalisasi hubungan Saudi-Israel sebagai salah satu tujuan utama kebijakan luar negerinya. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, membenarkan upaya Washington itu. Namun menurutnya, perundingan belum sampai di tahap pembahasan syarat atau tuntutan para pihak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.