Sebelumnya
Lebih jauh, ELD merinci kandidat yang memenuhi kriteria kelayakan. Sebelumnya, Ng (75) bekerja di sektor layanan publik selama 45 tahun. Yang pertama, di Kementerian Keuangan dan kemudian Otoritas Moneter Singapura, sebelum menjadi kepala investasi di dana kekayaan negara Singapura.
Sedangkan Tan memiliki pengalaman dan kemampuan yang sebanding dengan seseorang yang pernah menjabat sebagai kepala eksekutif sebuah perusahaan. Tan pernah bersentuhan dengan Indonesia. Dia memberikan konsultasi asuransi di Indonesia.
Ini merupakan kali kedua Tan mendaftar jadi kandidat capres. Sebelumnya pada 2011, dia gagal, karena hanya berada di peringkat terakhir dari empat kandidat.
Baca juga : Sandination Hadirkan Ruang Tumbuh Navigasi Peningkatan Diri Generasi Muda
Sementara Tharman (66), dianggap memenuhi persyaratan layanan sektor publik, karena menjabat sebagai menteri setidaknya selama tiga tahun. Dia adalah ekonom dan pegawai negeri.
Kebanyakan Tharman menggeluti Otoritas Moneter Singapura, sebelum terjun ke dunia politik pada 2001. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Keuangan, serta Wakil Perdana Menteri dari 2011 hingga 2019.
Langkah selanjutnya bagi Ng, Tan dan Tharman adalah dinominasikan sebagai kandidat pada 22 Agustus nanti. Mereka harus menyerahkan surat pencalonan, bersama Sertifikat Kelayakan, sertifikat komunitas, dan sertifikat sumbangan politik pada Hari Pencalonan.
Baca juga : Bank Mandiri Tebar Semangat Menabung Ke 15.000 Pelajar Se-Indonesia
Sebelumnya, setiap kandidat juga harus membayar deposit sebesar 40.500 dolar Singapura atau sekitar Rp 455 juta, sebelum Hari Pencalonan. Proses nominasi akan berlangsung di auditorium Asosiasi Rakyat di King George’s Avenue, Selasa (22/8), sekitar pukul 11.00 dan 12.00 waktu setempat.
Jika lebih dari satu kandidat dinominasikan, warga Singapura akan memberikan suara pada 1 September mendatang. Kandidat yang memenuhi syarat diperbolehkan memulai kampanye mereka sejak pengumuman pemilihan hingga menjelang Hari Pemungutan Suara.
Pilpres Singapura terakhir diadakan pada 2017. Saat itu, tokoh wanita Melayu bernama Halimah Yacob memenangkan Pilpres. Halimah yang masa jabatannya berakhir pada 13 September mendatang, telah mengumumkan tidak akan mencalonkan diri lagi untuk masa jabatan kedua.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.