Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Tak Bergantung Beras India

Bulog Punya Alternatif Impor Dari Negara Lain

Minggu, 6 Agustus 2023 07:20 WIB
Direktur Perum Bulog Budi Waseso. (Patrarizki Syahputra/RM)
Direktur Perum Bulog Budi Waseso. (Patrarizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah negara mulai terkena dampak signifikan akibat pelarangan ekspor beras yang dilakukan India. Untuk itu, Pemerintah yang selama ini memberikan penugasan kepada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), harus mulai mengambil langkah antisipasi. Khususnya sebagai upaya pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari impor.

Peneliti Center for Indo­nesian Policy Studies (CIPS) Hasran meyakini, pelarangan ekspor beras non-basmati di In­dia, tak serta merta akan diikuti oleh negara pengekspor lainnya.

“Negara lain tidak akan semu­dah itu mengambil langkah yang sama seperti India, karena banyak hal yang perlu diper­timbangkan,” ujar Hasran, ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Impor Emas Batangan Tapi Lapornya Emas Bongkahan

Hasran menilai, langkah India ini justru menjadi kesempatan bagi negara pengekspor lainnya untuk merebut pangsa pasar Negeri Bollywood. Alhasil, per­mintaan ekspor di negara-negara penghasil beras terus mengalami peningkatan.

“Vietnam dan Thailand juga telah kebanjiran permintaan ekspor, akibat larangan ekspor yang diterapkan India,” katanya.

Hasran menyebut, India menjadi negara tujuan impor utama beras Indonesia. Namun, India bukan satu-satunya negara asal impor yang dilakukan Indonesia. Pasal­nya, tahun 2022, Indonesia juga mengimpor beras dari Pakistan, Thailand, Vietnam dan Myanmar.

Baca juga : Ganjar Beri Bantuan Air Bersih Gratis Untuk Warga Kurang Mampu Di Banjarnegara

“Keempat negara tersebut, berdasarkan lokasi juga cukup dekat dengan Indonesia. Pertim­bangan impor bisa didatangkan dari negara-negara tersebut,” ucapnya.

Dia menyadari, larangan ekspor di India juga telah berdampak pada harga eceran beras jenis non-basmati yang naik 3 persen dalam sebulan terakhir dan 11,5 persen dalam 12 bulan terakhir.

Begitu juga harga beras je­nis broken rice di Vietnam telah mengalami kenaikan sebesar 5 persen.

Baca juga : Parpol Baru Ditantang Berikan Narasi Politik Segar dan Solutif

“Naiknya permintaan ini, dii­kuti kenaikan harga beras dari negara-negara tersebut, yang pada akhirnya akan mengerek harga beras impor ke Indonesia,” tutur Hasran.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.