BREAKING NEWS
 

Pertama Kali Dalam 6 Tahun

Korsel Gelar Latihan Civil Defense, Dubes Gandi: Provokasi Korut Meningkat

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 23 Agustus 2023 09:29 WIB
Dubes RI untuk Korsel, Gandi Sulistiyanto (Foto: tangkapan layar Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) RI Seoul, Gandi Sulistiyanto menyampaikan penjelasan soal latihan Civil Defense alias Pertahanan Sipil, yang digelar pemerintah Korea Selatan (Korsel), Rabu (23/8) pukul 14.00 hingga 14.20 waktu setempat.

Melansir Yonhap, latihan ini digelar sehari sebelum Korea Utara (Korut) meluncurkan roket luar angkasa yang membawa satelit mata-mata, dengan memggunakan teknologi rudal jarak jauh.

"Latihan ini sebenarnya sudah rutin dilaksanakan oleh pemerintah Korsel. Namun, sempat terhenti," kata Dubes Sulis dalam keterangannya, Rabu (23/8).

Latihan Civil Defense ini adalah yang pertama dalam enam tahun terakhir, sejak Agustus 2017. Pertama kali, dalam pemerintahan Presiden Yoon Suk-yeol.

Baca juga : Menkes Perintahkan Piloting Layanan Kesehatan Jiwa Modern dan Berbasis Komunitas

Saat ini, status Semenanjung Korea masih masuk kategori gencatan senjata. Ini berarti, pada dasarnya, konflik antar kedua Korea, belum berakhir.

"Secara tidak langsung, latihan ini bisa dikaitkan dengan meningkatnya provokasi Korea Utara (Korut). Namun, telah direncanakan Pemerintah Korsel, sejak Februari 2023, awal tahun ini atas arahan Presiden Yoon," jelas Dubes Sulis.

Adsense

Pada saat yang sama, berlangsung latihan militer bersama antar Korsel dan Amerika Serikat (AS), Ulchi Freedom Shield dan latihan evakuasi.

"Ini masuk dalam rangkaian latihan, meski bukan materi utama. Simulasi latihan evakuasi, memang berbasis pada evakuasi terhadap bahaya serangan udara," imbuh Dubes Sulis.

Baca juga : Santri Dukung Ganjar Gelar Pelatihan Digital Marketing Dan Medsos Di Sumedang

Lewat media sosialnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul menginformasikan, pemerintah Korea Selatan (Korsel) akan melaksanakan latihan Civil Defense dalam bentuk Simulasi Perlindungan Masyarakat pada hari ini, Rabu (23/8) pukul 14.00 - 14.20 waktu setempat.

Tepat pukul 14.00, alarm peringatan akan dibunyikan. Evakuasi warga dan arus lalu lintas, akan dikendalikan penuh oleh petugas evakuasi.

Dalam 15 menit pertama, masyarakat harus mengungsi ke tempat perlindungan terdekat (shelter), dan memperhatikan dengan seksama arahan melalui pesan broadcast.

Setiap kendaraan, harus berhenti beroperasi.

Baca juga : Pertama Kalinya, AP I Gelar Latihan PKD Di Bandara Internasional Yogyakarta

Arus lalu lintas di beberapa wilayah akan ditutup, sehingga setiap kendaraan harus diparkir di sisi kanan jalan, sesuai aturan kepolisian.

Isyarat untuk melanjutkan aktivitas diberikan, setelah alarm keamanan dibunyikan pada pukul 14.15. Warga dapat melanjutkan aktivitas, setelah alarm dihentikan pukul 14.20.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense