BREAKING NEWS
 

Warga Singapura Antusias Nyoblos Presiden Idaman

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 2 September 2023 05:34 WIB
Berbaris Rapi: Warga Singapura mengatre di sebuah TPS di Blok 636 Jalan Veerasamy, Singapura, Jumat, 1 September 2023. (Foto Strait Times/Shintaro Tay) )

 Sebelumnya 
Tahun ini, ELD juga membuka TPS khusus di 31 panti jompo, demi memudahkan warga lanjut usia memilih. TPS khusus itu misalnya, telah memudahkan Lee Dan Lin (75). Lee yang memberikan suaranya di Society for the Aged Sick, Hougang Avenue 1 mengatakan, memberikan suara di panti jompo yang telah menjadi tempat tinggalnya selama sekitar lima tahun, lebih nyaman dibanding pergi ke TPS.

“Terakhir kali saya memilih sangat merepotkan. Ambulans mengirim kami ke sana, dan kemudian kami harus menunggu di bawah terik matahari,” ujar Lee.

Baca juga : Pakar Lingkungan: PLTA Solusi Atasi Perubahan Iklim

Hingga pukul 15:00 waktu setempat, sudah 2.004.961 warga atau 74 persen warga Singapura memberikan suara. ELD akan mempublikasikan indikasi awal hasil penghitungan sampel suara, yang diperkirakan selesai dua hingga tiga jam setelah TPS ditutup. Ini merupakan Pilpres pertama yang penghitungan sampel resminya akan diumumkan ke publik.

Adsense

“Penghitungan sampel membantu mencegah spekulasi dan informasi yang salah dari sumber tidak resmi saat penghitungan sedang berlangsung, sebelum penghitungan selesai dan hasil pemilu diumumkan,” jelas ELD, dalam website resminya.

Baca juga : Relawan Gelar Color Run, Warga Surabaya Ingin Ganjar Jadi Presiden 2024

Pilpres di Singapura biasanya tidak selalu berdampak pada perpolitikan di negara tersebut. Namun, pengamat menilai, hasil Pilpres tahun ini bisa menunjukkan tingkat dukungan terhadap PAP yang berkuasa. Terutama menjelang Pemilu yang dijadwalkan pada 2025.

Terlebih, ada ketidakpuasan publik setelah skandal korupsi Menteri Transportasi S Iswaran, dan pengunduran diri dua legislator PAP karena perselingkuhan.

Baca juga : Relawan Yakin Tanda Alam, Prabowo Presiden Kedelapan

Pilpres Singapura makin seperti Pemilu. Itu bisa jadi karena sentimen terhadap Pemerintah yang berkuasa,” jelas analis politik Solaris Strategies Singapura, Mustafa Izzuddin.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense