Sebelumnya
Sejumlah pengamat meyakini, di balik kunjungan Kim, ada kesepakatan, Rusia mendapat bantuan amunisi dari Korut. Lalu sebaliknya, Kim mendapatkan sejumlah bantuan untuk memodernisasi Angkatan Udara dan Angkatan Laut, yang saat ini masih di bawah tetangga mereka, Korsel.
Direktur Proyek Korea di Belfer Center di Harvard Kennedy School, AS John Park mengatakan, pertemuan Putin dengan Kim dimanfaatkan Rusia untuk fokus pada peluru artileri dan peluncur roket ganda untuk digunakan di medan perang.
“Itu adalah senjata yang bisa langsung digunakan dalam perang di Ukraina,” jelas Park.
Baca juga : Jokowi Puji Kinerja Menteri Hadi Selesaikan Sertipikasi 106 Juta Bidang Tanah
Saat Rusia dan Ukraina terlibat dalam perang yang mungkin akan berlangsung lama, lanjutnya, amunisi Korut bisa memberikan bantuan penting kepada Moskow. Karenanya, pada saat yang sama, Rusia juga sedang mencoba meningkatkan produksi senjata dalam negerinya. Korut juga dapat meningkatkan produksi amunisinya atas perintah Rusia.
“Ini adalah manfaat langsung dari persediaan yang ada dan juga potensi untuk meningkatkan sisi produksi jika mereka ingin menuju ke arah tersebut,” kata Park.
Pakar keamanan di Institut Studi Kebijakan Asan, Seoul University, Uk Yang, mencatat, selain persenjataan rancangan Soviet, Korut juga bisa berbagi beberapa peralatan militer terbarunya. Di tengah ketegangan dengan Korsel, Pyongyang sangat bergantung pada artileri dan mengembangkan sistem jarak jauh yang dapat menambah kemampuan yang tidak dimiliki Moskow.
Baca juga : CNPC Jempolin Kerja Sama Sektor Energi Dengan Indonesia
“Selain sekadar mentransfer amunisi, ada juga kemungkinan kuat bahwa Korut akan bersedia memberi Rusia beberapa sistem senjata canggih yang mereka kembangkan dan secara terbuka dibanggakan akan digunakan dalam perang di Ukraina,” kata Yang.
Sementara Putin tidak peduli dengan pandangan Barat terkait pertemuannya dengan Kim. Direktur Program Rusia dan Eurasia di Chatham House, yang berbasis di London James Nixey mengatakan, bagi Rusia, tujuannya hanyalah untuk menghalalkan segala cara.
“Sangat nyaman dengan aliansi dalam bentuk apa pun selama mereka memenuhi kepentingan nasional Rusia,” kata Nixey.
Baca juga : Terima Dubes Saudi, Kiai Maruf Bahas Kerja Sama Sektor Pendidikan
Sebagai informasi, Korut mengandalkan senjata rancangan Soviet sejak Perang Korea tahun 1950-1953. Mereka disebut memiliki persediaan amunisi terbesar di dunia, dengan perkiraan puluhan juta peluru artileri dan roket. Sementara Rusia sangat ingin memanfaatkan senjata tersebut, setelah menghabiskan cadangan senjata dan amunisinya dalam perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.