BREAKING NEWS
 

Hanya Tarik Pasukan Jika Teroris Mundur Dari Suriah

Erdogan Cuekin Ancaman Trump

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 18 Oktober 2019 11:54 WIB
Recep Tayyip Erdogan (tengah) payungan bersama isterinya. (Foto: AFP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meski sudah dibujuk banyak kepala negara dan organisasi internasional, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tidak goyah dengan keputusannya menyerang kawasan utara Suriah. Ia berjanji menarik pasukannya jika Pasukan Demokratik Suriah (SDF), kelompok yang dinilai sebagai teroris oleh Turki, mundur dari tanah Suriah.

Keputusan ini sudah final dan Erdogan juga meminta semua pejabat pemerintahannya untuk tidak mendengar janji manis dan ancaman pihak manapun.
 “Kita bisa saja berhenti menyerang malam ini dan menarik semua pasukan pulang sebelum esok hari, tapi kelompok teroris harus menyerah dan meletakkan senjata,” ujar Erdogan. 

Adsense

Baca juga : Bayar Tunggakan Biaya Dinas Ke Jepang, Wali Kota Medan Palakin Kadis-Kadis

Di hadapan anggota parlemen di Ankara, Erdogan mengklaim pasukannya sudah menguasai wilayah Manbij, yang pada Selasa (15/10) diserbu apasukan Turki dan Rusia. 
Turki sudah melancarkan serangan militer sejak 9 Oktober demi mendepak kelompok teroris dari kawasan yang rencananya dijadikan ‘safe zone’ di sepanjang Sungai Eufrat, perbatasan Suriah dengan Irak. 

Suriah merencanakan kawasan sepanjang 30 kilometer tersebut sebagai lokasi tempat tinggal baru bagi 3,6 juta pengungsi. Namun, keputusan Erdogan ini mendapat kecaman keras dari banyak pihak. 
Salah satunya adalah Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump sampai mengirim surat untuk Erdogan. Dalam suratnya, seperti dikutip AP dan Guardian, Trump mengingatkan Erdogan untuk tidak berbuat bodoh. 

Baca juga : #NyalakanLagi Internet Di Papua Jadi Trending Topic, Menteri Rudiantara Cuek

Tidak ada nada diplomatis dalam surat Trump. Dia mengawali suratnya keapada Erdogan dengan ancaman langsung. “Mari kita bekerja dengan baik,” tulis Trump dalam surat ber tanggal 9 Oktober tersebut, yang keotentikannya telah dikonfirmasi Gedung Putih kepada media AFP. 

“Anda tidak ingin bertanggung jawab atas pembantaian ribuan orang, dan saya tidak ingin bertanggung jawab jika nanti saya menghancurkan perekonomian Turki. Saya tidak ragu untuk melakukan itu,” ancam Trump. [DAY]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense