Sebelumnya
Stebbins mengatakan, empat kasus kriminal dan 91 dakwaan kejahatan yang dihadapi Trump merupakan “perburuan penyihir” dan mengatakan Trump akan menyingkirkan semua politisi korup. “Dia tidak bisa dibeli. Dia orang Amerika sejati,” belanya.
Partai Demokrat juga akan mengadakan pemilihan pendahuluan di New Hampshire. Namun Biden tidak ikut dalam pemilihan itu. Biden memperjuangkan peraturan baru Komite Nasional Demokrat, yang mengharuskan proses pemilihan pendahuluan partai 2024 dimulai pada 3 Februari 2024 di South Carolina, bukan di Iowa atau New Hampshire.
Biden berpendapat, pemilih kulit hitam di South Carolina merupakan bagian penting dari kemenangannya pada 2020. Sementara para politisi Partai Demokrat di New Hampshire berkeras tetap melakukan pemilihan, sesuai jadwal biasanya.
Baca juga : Kaesang: Prabowo Sangat Baik Dalam Debat Capres
Biden tidak berkampanye di New Hampshire dan namanya tidak akan tercantum dalam surat suara. Artinya, Partai Demokrat di negara bagian tersebut dapat memilih dua penantang utama presiden yang kurang dikenal, yaitu Anggota Parlemen Minnesota Dean Phillips dan penulis Marianne Williamson.
Seorang pemilih mengambang (swing voter), Karen Padgett, mengatakan, dia mengatakan dia telah memilih Trump dalam dua pemilu terakhir, tapi kali ini tidak. Namun, dia juga sangat kesal dengan Joe Biden, karena mengabaikan primary New Hampshire. Dia berharap, ada sosok lain yang memenangkan primary di New Hampshire.
“Kenyataannya, semua orang sudah sangat tua di sana, mereka sudah mengakar,” ujar Padgett dilansir Associated Press.
Baca juga : Partai Besar, Golkar Harus Majukan Kader Sendiri Jadi Capres 2024
Alih-alih fokus di New Hampshire, Biden justru bergabung dengan Wakil Presiden Kamala Harris di Virginia utara untuk melakukan unjuk rasa, membela hak-hak aborsi, yang oleh Partai Demokrat dianggap sebagai isu kemenangan bagi mereka di seluruh negeri pada November nanti.
Jajak pendapat publik menunjukkan, sebagian besar warga Amerika menentang persaingan ulang Biden-Trump. Jajakpendapat Pusat Penelitian UrusanMasyarakat AP-NORC pada Desember menemukan, 56 persen pemilih AS tidak puas dengan Biden sebagai calon dari Partai Demokrat dan 58 persen merasakan hal yang sama tentang Trump sebagai calon Partai Republik.
Beberapa pemilih di New Hampshire juga mengungkapkan rasa frustrasi serupa. Jeff Caira (66) anggota Partai Republik dari Sanbornton mengaku masih ragu dalam pemilihan pendahuluan ini. “Saya kecewa karena negara sebesar AS hanya bisa memberikan dua alternatif seperti Biden dan Trump,” pungkasnya. DAY
Baca juga : Datang Bareng, 3 Artis Rawat Kecantikan Di Queen Plastic Surgery Sunter
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 24 Januari 2024 dengan judul "Jelang Primary Partai Republik Di New Hampshire, Trump Vs Haley Sengit Berebut Tiket Capres"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.