Sebelumnya
Bagaimana Anda melihat hubungan Rusia dengan Indonesia?
3 Februari ini adalah momen perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Rusia dan Indonesia. Dimulai pada 1950, hubungan kedua negara makin erat. Di era 60-an, Presiden Soekarno sering ke Moskow. Pada masa itu, lagu Rayuan Pulau Kelapa menjadi simbol persahabatan kedua negara. Bahkan sudah diterjemahkan ke bahasa Rusia. Generasi tua pasti tahu dan hapal lagu ini.
Di Jakarta ada bangunan kerja sama Indonesia dengan Rusia, dulu Uni Soviet, seperti Gelora Bung Karno, Rumah Sakit Persahabatan, Tugu Tani hingga Monas. Ini semua adalah bukti progres persahabatan kedua negara.
Kemudian, kunjungan Ibu (Presiden) Megawati pada 2003 yang bertemu Presiden (Vladimir) Putin, semakin menambah rekat hubungan kedua negara. Persahabatan kedua negara makin solid.
Baca juga : Soal Status Bapaknya Di PDIP, Kaesang: Emang Sudah Dipecat?
Bagaimana kerja sama ekonomi Rusia-Indonesia?
Nilai perdagangan tercatat naik. Tahun lalu, di tengah berbagai masalah geopolitik, kami mencatat kenaikan sebesar 30 persen. Memang belum maksimal. Tapi kami yakin bisa lebih dari ini. Sejumlah investasi juga terus dijajaki.
Kami tengah menjajaki kerja sama antara Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia (UEE) untuk membahas Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA). Rencananya akan diteken dalam waktu dekat. Kesepakatan ini akan memberi tambahan besar dalam sektor perdagangan kedua negara. Tidak hanya dengan Rusia, tapi juga dengan anggota UEE seperti Belarus, Kazakhstan, Armenia dan Kyrgyzstan. Semoga saja kesepakatan ini dapat dicapai dalam waktu dekat.
Bagaimana mengenai kerja sama di sektor pariwisata kedua negara?
Baca juga : “Kampus Kritik Jokowi” Dilawan Video “Kampus Apresiasi Jokowi”
Wisatawan Rusia sudah kembali ke angka kunjungan pra-Covid. Hal itu bisa dilihat mulai banyak turis Rusia di Bali. Kami juga berharap sebaliknya. Apalagi, kami punya regulasi baru. Turis Indonesia yang memiliki e-paspor tidak perlu repot-repot mengurus visa ke Kedutaan. Cukup akses website untuk mendapatkan visa, bisa menetap di Rusia selama dua pekan. Dengan kemudahan ini, saya harap akan ada lebih banyak wisatawan Indonesia berkunjung ke Rusia di masa mendatang.
Bagaimana hubungan pejabat kedua negara?
Indonesia merupakan partner terdekat kami di ASEAN. Kedua negara memiliki banyak kesamaan pandangan dalam berbagai isu, seperti masalah Palestina. Kedua negara juga saling bertukar pandangan dan solusi untuk banyak hal. Kedua pejabat negara berhubungan aktif. Contohnya, kunjungan Presiden Joko Widodo ke Moskow pada 2022 dan bertemu Presiden Putin. Kedua pemimpin juga kerap berbicang lewat telepon.
Anggota parlemen dan Komisi Pusat Pemilu Rusia juga diundang menjadi pengawas Pilpres Indonesia. Kami juga mengundang anggota parlemen dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia untuk mengawasi Pemilu Rusia pada Maret nanti.
Baca juga : Jokowi; KTA Banteng, Hati PSI
Selain itu, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov sudah mengunjungi Indonesia empat kali. Ibu Menlu Retno Marsudi juga belum lama ini ke Moskow bersama menteri sejumlah negara untuk membahas krisis di Timur Tengah. Kami juga sangat menghargai posisi Indonesia yang tidak memihak dalam krisis Rusia-Ukraina.
Apa bisa digambarkan pengalaman Anda selama di Indonesia?
Satu kalimat yang menggambarkan pengalaman saya di sini adalah cinta pada pandangan pertama. Saya tidak akan bisa melupakan Indonesia. Orang-orangnya ramah, alamnya cantik dan iklimnya sangat nyaman.
Masa tugas saya memang sempat terhadang Covid-19, sehingga tidak bisa banyak kemana-mana. Namun, saya selalu ingin tahu lebih banyak tentang Indonesia. Saya akan kembali ke Moskow sekitar Maret. Tapi, separuh hati saya tertinggal di sini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.