RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia memutuskan belum mau mengakui pemerintahan Taliban. Apalagi, rezim tersebut, hingga kini masih abai dengan isu pemenuhan hak asasi perempuan di Afghanistan
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan, Afghanistan perlu memprioritaskan dulu isu pemenuhan hak asasi perempuan.
Pernyataan itu disampaikan Retno saat berkunjung ke Doha, Qatar, untuk memenuhi undangan Sekretaris Jenderal PBB guna membahas perkembangan Afghanistan.
Baca juga : Mensos Setujui Pakai Duit Fakir Miskin Rp 500 Miliar
Dalam pernyataan persnya, Selasa (20/2/2024), Retno menegaskan, pemenuhan hak perempuan Afghanistan menjadi sorotan Indonesia.
Kembali berkuasa di Afghanistan sejak 2021, Pemerintah Taliban masih minim pengakuan secara global. PBB pun mengundang negara-negara yang dianggap vokal dan aktif dalam mengatasi isu Afghanistan dalam pertemuan di Doha, Qatar.
Dari ASEAN ada Indonesia. Sementara dari Asia terdapat beberapa negara lain, seperti China, Jepang, India, Pakistan dan negara-negara yang berbatasan dengan Afghanistan ikut dalam pertemuan.
Baca juga : Awkarin, Presiden Baru, Gebetan Baru
Retno mengatakan, pertemuan itu membahas bagaimana tindak lanjut dari penilaian terpisah PBB mengenai Pemerintahan Taliban di Afghanistan.
Pada pertemuan itu, Indonesia menyambut baik Laporan Sekjen PBB mengenai situasi Afghanistan. Menurut Retno, Indonesia mencatat laporan mengenai pemenuhan hak-hak perempuan Afghanistan yang disiapkan UN Women, International Organization for Migration (IOM), dan juga United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA).
“Indonesia juga mencatat respons yang diberikan Taliban atau De Facto Authority (DFA) terhadap dua laporan tersebut,” jelas Retno dalam pernyataannya.
Baca juga : Jokowi Hormati Kebebasan Pers
Pada pertemuan itu, Retno menyebutkan, Indonesia menekankan pentingnya melakukan pendekatan halus. Namun saat ini, Retno menegaskan, Indonesia belum perlu memberikan pengakuan.
“Indonesia menekankan pentingnya pendekatan perlu terus dilakukan. Namun memang saat ini belum saatnya melakukan pengakuan,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.