BREAKING NEWS
 

Soroti Hak Perempuan Di Afghanistan

RI Ogah Buru-buru Akui Rezim Taliban

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 22 Februari 2024 06:20 WIB
Menlu Retno Marsudi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia memutuskan belum mau mengakui pemerintahan Taliban. Apalagi, rezim tersebut, hingga kini masih abai dengan isu pemenuhan hak asasi perempuan di Afghanistan

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan, Afghanistan perlu mempriori­taskan dulu isu pemenuhan hak asasi perempuan.

Pernyataan itu disampaikan Retno saat berkunjung ke Doha, Qatar, untuk memenuhi undangan Sekretaris Jenderal PBB guna membahas perkembangan Afghanistan.

Baca juga : Mensos Setujui Pakai Duit Fakir Miskin Rp 500 Miliar

Dalam pernyataan persnya, Selasa (20/2/2024), Retno menegaskan, pemenuhan hak perempuan Afghanistan menjadi sorotan Indonesia.

Kembali berkuasa di Afghanistan sejak 2021, Pemerintah Taliban masih minim pengakuan secara global. PBB pun mengun­dang negara-negara yang diang­gap vokal dan aktif dalam mengatasi isu Afghanistan dalam pertemuan di Doha, Qatar.

Dari ASEAN ada Indonesia. Sementara dari Asia terdapat beberapa negara lain, seperti China, Jepang, India, Pakistan dan negara-negara yang berba­tasan dengan Afghanistan ikut dalam pertemuan.

Baca juga : Awkarin, Presiden Baru, Gebetan Baru

Retno mengatakan, pertemuan itu membahas bagaimana tindak lanjut dari penilaian terpisah PBB mengenai Pemerintahan Taliban di Afghanistan.

Pada pertemuan itu, Indone­sia menyambut baik Laporan Sekjen PBB mengenai situasi Afghanistan. Menurut Retno, Indonesia mencatat laporan mengenai pemenuhan hak-hak perempuan Afghanistan yang disiapkan UN Women, Interna­tional Organization for Migra­tion (IOM), dan juga United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA).

Adsense

“Indonesia juga mencatat respons yang diberikan Tali­ban atau De Facto Authority (DFA) terhadap dua laporan tersebut,” jelas Retno dalam pernyataannya.

Baca juga : Jokowi Hormati Kebebasan Pers

Pada pertemuan itu, Retno menyebutkan, Indonesia menekankan pentingnya melakukan pendekatan halus. Namun saat ini, Retno menegaskan, Indo­nesia belum perlu memberikan pengakuan.

“Indonesia menekankan pentingnya pendekatan perlu terus dilakukan. Namun memang saat ini belum saatnya melakukan pengakuan,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense